Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Bangladesh, Thomas Dooley, mengakui kekalahan 2-9 dari Timnas Indonesia dalam laga penentuan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026, sebagai kekalahan terberat sepanjang 25 tahun karier kepelatihannya. Dooley, yang pernah mengalami kekalahan 1-8 dari China saat menangani Filipina pada 2017 dan 0-8 di Bundesliga 2 pada 2002, menyebut skor ini sebagai momen paling pahit dalam kariernya. Ia mengaku timnya kesulitan menghadapi tekanan tinggi dari Indonesia yang membutuhkan banyak gol untuk tetap bersaing di babak selanjutnya.
Dooley mengatakan, situasi pertandingan jauh berbeda dibandingkan saat Indonesia menghadapi Singapura sebelumnya. “Kami bisa melihat itu sejak awal. Ini benar-benar pertandingan yang berbeda,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga. Ia juga memprotes perubahan durasi waktu tambahan yang tiba-tiba berkurang menjadi tujuh menit setelah Bangladesh mencetak gol, sebuah insiden yang ia sampaikan sebagai bagian dari ketidakseimbangan dalam pengelolaan laga.
Meski gagal melaju ke babak selanjutnya, Dooley menekankan bahwa kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi timnya. Sebagai pelatih kelahiran Bechhofen, Jerman, dan warga negara Amerika Serikat yang pernah menjadi asisten Jürgen Klinsmann di Timnas AS, ia memahami perbedaan level antara tim-tim Asia Tenggara dan Asia Selatan. Dooley, yang menangani Bangladesh sejak Mei 2026, berencana melakukan evaluasi menyeluruh bersama para pemain untuk memahami jurang kualitas yang ada.
Bangladesh, yang merupakan anggota Federasi Sepak Bola Asia Selatan (SAFF), mengikuti turnamen ini sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda regional berikutnya. Bagi Dooley, kekalahan ini bukan akhir, tapi awal dari proses pembelajaran yang harus ditempuh timnya. “Kami harus menganalisis semuanya dan berbicara dengan para pemain mengenai apa yang mereka rasakan dari perbedaan level tersebut serta apa yang harus mereka pelajari,” katanya.















