Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Berdasarkan data dari dinas pertanian dan Perkebunan kabupaten sumbawa Rabu (30/09), puluhan hektar lahan pertanian mengalami puso. Baik tanaman padi maupun tanaman jagung di Kecamatan Plampang dan Kecamatan Lape.
Di Kecamatan Lape, tanaman padi terdampak kekeringan sebanyak 87,45 hektar. Namun dapat dipulihkan sebanyak 17,4 hektar, dan alami puso sebanyak 47,15 hektar.
Baca Juga: Tanaman Petani Hilir Irigasi Bendungan Mamak Terancam Kekeringan
Masih di Kecamatan Lape, kekeringan juga berdampak terhadap 39 hektar tanaman jagung. Dan 10 hektar mengalami puso, serta sisanya dapat dipulihkan.
Sedangkan di Kecamatan Plampang, kekeringan berdampak terhadap tanaman padi seluas 98,9 hektar. Sedangkan mengalami puso sebanyak 21,32 hektar dan selebihnya dapat dipulihkan.
Sehingga total dari dua kecamatan tersebut, terdampak kekeringan seluas 186,35 hektar, dan 68,47 haktar mengalami puso.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sumbawa melalui Kapala Bidang Perlindungan Tanaman dan Pengembangan Usaha, Rusmini mengatakan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sumbawa tetap melakukan monitoring dampak kekeringan terhadap tanaman pertanian. “Di Kecamatan Lape, seperti sudah disampaikan (pada RDP DPRD) kemarin ada pelanggaran pola tanam. Dan untuk penyelamatan, kesulitan kita karena tidak ada sumber airnya,” ucapnya.
Sedangkan di Kecamatan Plampang karena debit air yang mengalir disaluran irigasi tidak sampai kepada lahan yang mengalami kekeringan. “Air irigasi tidak sampai, karena banyak pelompong liar. Itu sudah sempat ditertibkan tapi muncul lagi, sehingga air tidak sampai lagi,” ucapnya. (Using)














