Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia menatap FIFA ASEAN Cup 2026 dengan lini serang paling beragam dalam sejarah terbarunya, menyusun opsi taktis yang belum pernah dimiliki di era pelatih sebelumnya. Pelatih John Herdman memiliki empat penyerang kelas dunia—Ole Romeny, Luke Vickery, Mitchell Baker, dan Ragnar Oratmangoen—yang masing-masing membawa keunggulan berbeda, dari ketajaman akhir, kecepatan, dominasi udara, hingga kemampuan mengatur serangan. Tantangan utama kini bukan lagi mencari striker, tapi memilih kombinasi terbaik untuk menghancurkan pertahanan lawan di grup yang berisi Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.
Ole Romeny, 26 tahun, menjadi tumpuan utama di posisi penyerang tengah setelah membuktikan klinisnya dengan mencetak gol krusial di debut Eredivisie bersama Fortuna Sittard, meski berstatus pinjaman dari Oxford United. Di sisi kanan, Luke Vickery—yang baru menyelesaikan proses naturalisasi—mengancam dengan postur 183 cm dan kecepatan mematikan, setelah mencatat lima gol dan satu assist di A-League musim 2025/2026. Sementara itu, Mitchell Baker, 19 tahun, siap menjadi senjata udara dengan tinggi 196 cm, setelah mencetak hattrick saat Indonesia menang 5-1 atas Kamboja di Piala AFF 2026, serta mengoleksi 18 gol dari 42 penampilan bersama Georgetown University. Di belakang mereka, Ragnar Oratmangoen—yang baru bergabung dengan Persib Bandung—tetap menjadi penghubung utama, setelah menjadi pencetak assist terbanyak Timnas Indonesia di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Herdman memiliki dua skema utama yang siap dijalankan. Pertama, trisula dinamis: Ragnar di kiri, Romeny di pusat, dan Vickery di kanan—mengandalkan umpan pendek, gerakan tanpa bola, dan silang presisi. Kedua, pendekatan fisik dengan Baker sebagai penyerang tunggal, memaksa dua bek lawan fokus padanya, sehingga membuka ruang bagi Romeny dan Vickery untuk menyerang dari lini kedua. Kombinasi ini sangat efektif melawan tim yang bertahan rendah.
Namun, di balik kekuatan itu, ada teka-teki: Egy Maulana Vikri. Pemain Dewa United yang sempat mencetak 12 gol dan tujuh assist di musim 2024/2025, kini mengalami penurunan drastis—gol nihil dari 29 penampilan di musim 2025/2026, dan belum memberi kontribusi apa pun dalam empat laga terakhir. Pergeseran perannya ke gelandang serang membuat kontribusi golnya mandek. Kini, Egy lebih realistis ditempatkan sebagai pemain pengganti, mengandalkan kejelian di ruang sempit untuk memberi dampak dari bangku cadangan.
Dengan kekuatan lini depan yang belum pernah dimiliki sebelumnya, Timnas Indonesia diyakini siap menguasai Grup A dan menjadi kandidat kuat meraih gelar juara ASEAN Cup 2026—target yang belum pernah diraih sejak kompetisi ini berdiri. Jika bertemu Thailand atau Vietnam di final, skuad Garuda memiliki modal taktis dan fisik yang cukup untuk mengubah sejarah.















