Sumbawanews.com,- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia bersiap tampil sebagai tuan rumah dengan target juara, didukung penuh oleh optimisme pelatih John Herdman dan semangat suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Meski mengakui keterbatasan kekompakan tim dibanding lawan seperti Vietnam, Herdman yakin kualitas individu dan dukungan publik bisa menutupi celah tersebut. Laga pembuka melawan Singapura menjadi kunci utama untuk membangun momentum di grup yang juga berisi Malaysia dan Bangladesh.
Herdman, yang baru memimpin skuad Garuda kurang dari satu tahun, secara terbuka mengakui bahwa tim-tim unggulan di Asia Tenggara, khususnya Vietnam, memiliki keunggulan signifikan dalam hal kebersamaan jangka panjang. “Mereka sudah bermain bersama selama tiga, empat, bahkan lima tahun. Itu menciptakan kestabilan dan kematangan taktik yang sulit ditiru dalam waktu singkat,” ujarnya usai latihan di Lapangan GBK Madya, Jakarta. Namun, ia menegaskan bahwa bakat yang dimiliki pemain Indonesia sudah lebih dari cukup untuk bersaing di level tertinggi kawasan.
Dukungan suporter di SUGBK menjadi aset strategis yang diandalkan untuk mengimbangi kurangnya jam terbang kolektif. Dua pemain baru, Calvin Verdonk dan Dean James, telah tiba dan langsung bergabung dalam sesi latihan, menandai upaya memperkuat lini permainan menjelang laga pembuka. Sementara itu, Igor Tolic dari Persib Bandung turut memberi semangat, mendoakan Garuda meraih gelar juara.
Dengan seluruh pertandingan fase grup berlangsung di Jakarta, Timnas Indonesia berusaha memanfaatkan keuntungan rumah sendiri—bukan hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga dari energi yang dibangkitkan oleh ribuan suporter yang siap memenuhi tribun. Herdman menekankan, fokus utama bukan pada tekanan eksternal, melainkan menjaga standar permainan tertinggi di setiap detik pertandingan.
Dengan Vietnam dan Thailand sebagai raksasa regional yang telah mendominasi turnamen selama beberapa tahun terakhir, perjalanan Garuda menuju gelar akan diuji bukan hanya oleh kualitas teknis, tetapi juga ketahanan mental dan kekompakan yang terus dibangun di bawah asuhan pelatih asal Kanada itu.















