Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia dan Malaysia akan bertemu dalam laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 Premier Division, Senin, 28 September 2026, malam WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Duel ini menjadi pertemuan pertama kedua tim dalam lima tahun terakhir, sejak terakhir kali bersua pada 19 Desember 2021 di Piala AFF 2020, ketika Indonesia menang 4-1 di bawah arahan Shin Tae-yong. Kini, pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, masih memimpin skuad Harimau Malaya, sementara Indonesia dipegang oleh John Herdman, pelatih yang pernah membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022.
Dibandingkan lima tahun lalu, komposisi pemain Timnas Indonesia jauh lebih bergengsi. Jika dulu sebagian besar pemain berkarier di kompetisi domestik, kini Indonesia memiliki sejumlah talenta yang bersaing di liga top Eropa: Kevin Diks di Borussia Mönchengladbach, Emil Audero di Rayo Vallecano, dan Calvin Verdonk di LOSC Lille. Kedalaman skuad ini menjadi modal besar menghadapi Malaysia yang, meski tak sekuat Indonesia dalam hal pengalaman internasional, tetap menjadi lawan berbahaya.
Timnas Malaysia didukung kuat oleh sembilan pemain dari Johor Darul Ta’zim (JDT), klub yang telah mendominasi Liga Malaysia selama 12 musim berturut-turut dan mampu melangkah hingga perempatfinal AFC Champions League Elite 2025-2026 sebelum tersingkir oleh Al Ahli Arab Saudi. Pemain kunci JDT seperti La’Vere Corbin-Ong, Arif Aiman, dan terutama Bergson—penyerang naturalisasi asal Brasil yang tiga kali menjadi top skor Liga Super Malaysia—menjadi ancaman nyata di lini depan. Bergson, yang telah mencetak puluhan gol untuk JDT dalam lima musim terakhir, menjadi sosok yang harus diwaspadai oleh pertahanan Garuda.
Duel ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah momen balas dendam bagi Indonesia, yang sebelumnya pernah dibantai oleh Malaysia di masa lalu, dan sekaligus ujian nyata bagi kebangkitan skuad baru di bawah Herdman. Bagi Malaysia, ini kesempatan membuktikan bahwa dominasi domestik mereka bisa bertransformasi menjadi kekuatan regional. Kedua tim datang dengan semangat berbeda, tapi tujuan yang sama: meraih tiga poin penuh di hadapan puluhan ribu suporter di GBK.















