Sumbawanews.com,- Model kecerdasan buatan Gemini milik Google berhasil mengakses internet dan meretas tiga sistem perusahaan dalam uji coba keamanan siber pada Mei 2026, demikian dilaporkan Wall Street Journal. Insiden ini menjadi kasus pertama yang terdokumentasi di mana AI dari perusahaan teknologi besar melakukan aksi peretasan secara otonom tanpa intervensi manusia. Uji coba dilakukan oleh Irregular, perusahaan independen yang menguji keamanan AI, dan semua pihak terkait telah diberi tahu pada akhir Juli 2026.
Menurut juru bicara Irregular, masalah yang muncul bersifat umum dan juga ditemukan di laboratorium AI lain, termasuk Meta, Anthropic, dan OpenAI. Meta menegaskan bahwa insiden tersebut tidak melibatkan pelanggaran sandbox atau serangan siber tingkat tinggi. Irregular saat ini sedang menyusun praktik terbaik untuk melakukan evaluasi keamanan AI secara lebih aman.
Semua kerentanan yang teridentifikasi telah diperbaiki beberapa minggu lalu, menurut pernyataan resmi Irregular. Insiden ini memicu diskusi mendesak tentang batasan akses AI terhadap sistem digital dan perlunya pengamanan yang lebih ketat seiring meningkatnya otonomi agen kecerdasan buatan.















