Sumbawanews.com,- Persib Bandung meraih kemenangan 1-0 atas FC Seoul pada laga pembuka Grup E AFC Champions League Two, Rabu (16/9/2026), di markas tuan rumah, Seoul. Gol tunggal kemenangan dicetak Julio Cesar pada menit kelima, membawa Maung Bandung pulang dengan tiga poin pertama di fase grup kompetisi antar klub Asia itu. Kemenangan ini menjadi sejarah bagi Persib, sekaligus menjadi modal penting di tengah jadwal padat musim 2026-2027 yang mencakup lima ajang kompetisi.
Meski menang, fokus tim tidak hanya pada hasil di lapangan. Kebutuhan memperkuat posisi kiper tetap menjadi prioritas utama, menyusul intensitas laga yang tinggi. Dua nama kiper asal Kroasia, Ivan Susak dan Matej Markovic, kembali disebut sebagai calon rekrutan. Ivan Susak, yang kini membela Lion City Sailors di Liga Singapura, memiliki tinggi 2,03 meter dan telah mencatatkan 36 penampilan serta 12 clean sheet musim lalu. Kontraknya berlaku hingga 30 Juni 2027. Sementara itu, Matej Markovic, kiper kelahiran Zagreb yang kini bermain untuk HJK Helsinki di Finlandia, memiliki tinggi 1,92 meter dan kontrak hingga 31 Desember 2026 dengan opsi perpanjangan.
Kedua nama ini sebelumnya sudah pernah dikaitkan dengan Persib dalam rumor transfer. Pelatih kiper Persib, Mario Jozic, sejak Agustus lalu secara terbuka menyatakan timnya masih terbuka untuk menambah satu atau dua penjaga gawang, mengingat beban kompetisi yang berat. “Secara umum, ya (butuh), karena kalau memasukkan Piala Presiden, ini ada lima kompetisi,” ujar Jozic.
Dalam laga melawan FC Seoul, Teja Paku Alam tampil sebagai penjaga gawang utama dan berperan krusial dalam mempertahankan keunggulan 1-0 meski mendapat tekanan berkelanjutan dari tuan rumah. Namun, hingga kini, Persib belum mengumumkan resmi siapa pun dari kedua kiper tersebut sebagai calon baru. Keduanya masih berada dalam ranah rumor, meski kebutuhan akan kedalaman di posisi kiper semakin mendesak.
Reaksi kecewa muncul dari suporter FC Seoul usai kekalahan 0-1 di kandang sendiri. Banyak yang menyayangkan performa tim dan fokus mereka yang dinilai kurang maksimal di tengah tuntutan kompetisi domestik K League. Sementara itu, Persib terus menatap masa depan dengan strategi yang seimbang antara prestasi di lapangan dan perkuatan tim di bursa transfer.















