Sumbawanews.com,- Nicolas Gonzalez mencetak gol pembuka dan menjadi motor serangan Juventus dalam kemenangan telak 5-0 atas NEC Nijmegen pada matchday pertama Liga Europa 2026-27, Kamis, 17 September 2026, di Allianz Stadium, Turin. Penyerang asal Argentina itu tidak hanya membuka keunggulan timnya pada menit kesembilan, tetapi juga menjadi penyebab terciptanya penalti yang dikonversi Nick Woltemade di menit ke-35, memperkuat dominasi Juve di babak pertama. Gol-gol tambahan dicetak Kerim Alajbegovic (menit ke-24), Zeki Çelik, dan Randal Kolo Muani, menjadikan lima pencetak gol berbeda dalam satu laga.
Gonzalez membuka skor setelah kiper NEC Nijmegen, Nikolas Polster, gagal mengantisipasi umpan panjang Kamil Grabara. Polster keluar dari kotak penalti dan kehilangan kendali bola, membiarkan Gonzalez melewati dirinya sebelum mengeksekusi tembakan ke gawang kosong. Gol itu mengubah ritme pertandingan. Dua menit sebelum jeda, Alajbegovic memperbesar keunggulan Juventus menjadi 2-0 lewat sundulan setelah umpan silang dari sisi sayap. Gonzalez kembali menjadi ancaman berulang kali di kotak penalti, hingga akhirnya ia dijatuhkan oleh Almugera Kabar pada menit ke-35. Woltemade, yang mencetak gol pertamanya bersama Juventus, mengeksekusi penalti dengan tenang, mengirim Polster ke arah yang salah.
Setelah turun minum, NEC Nijmegen lebih banyak menguasai bola, tetapi tidak mampu menembus pertahanan Juventus yang terorganisir. Di menit ke-67, Çelik memanfaatkan umpan terobosan untuk melesakkan bola ke pojok gawang. Tiga menit menjelang akhir, Kolo Muani menutup kemenangan dengan tendangan keras dari luar kotak penalti, menyempurnakan performa tim tuan rumah.
Usai laga, Gonzalez mengaku kemenangan ini sangat dibutuhkan setelah kekalahan 2-3 dari Sassuolo di Serie A sebelumnya. “Kami membutuhkan kemenangan ini, kami perlu bermain sepak bola dengan baik. Kami telah berlatih keras, memberikan penampilan hebat dan pada akhirnya meraih tiga poin,” ujarnya. Pelatih Luciano Spalletti memberinya peran lebih bebas di belakang penyerang, dan respons Gonzalez—gol pertama serta assist penalti—menjadi bukti bahwa kepercayaan itu tidak sia-sia.
Kemenangan ini mengembalikan kepercayaan diri Juventus setelah hasil mengecewakan di liga domestik. Dengan lima pemain berbeda mencetak gol, tim asuhan Spalletti menunjukkan kedalaman lini serang yang mengkhawatirkan bagi lawan-lawan di fase grup Liga Europa.















