Sumbawanews.com,- Manchester United tersingkir dari Piala Liga Inggris 2026-2027 setelah kalah 2-3 dari Brighton & Hove Albion di Old Trafford, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini memicu kemarahan besar dari suporter, yang menuding Marcus Rashford dan Diogo Dalot sebagai penyebab kegagalan tim setelah sempat unggul 2-0. Gol Shea Lacey dan Mason Mount awalnya membawa Setan Merah memimpin, namun Brighton bangkit lewat Charalampos Kostoulas, Pascal Grob, dan Maxim De Cuyper yang mencetak gol penentu. Ini adalah kekalahan pertama bagi Manchester United dalam setengah abad setelah unggul dua gol dalam satu laga.
Setelah pertandingan, suasana di luar stadion memanas. Ribuan suporter meneriaki Rashford dan Dalot saat meninggalkan lapangan, mengecam performa mereka yang dianggap tak sejalan dengan ambisi klub. Kritik tajam pun membanjiri media sosial, dengan banyak fans menyuarakan kekecewaan atas inkonsistensi tim yang terus berulang musim demi musim. Rekor buruk ini semakin memperdalam krisis kepercayaan terhadap arah tim di bawah manajemen Michael Carrick.
Carrick langsung mengambil alih seluruh tanggung jawab. “Saya bertanggung jawab penuh atas hal itu. Performa menjelang akhir babak kedua, itu adalah tanggung jawab saya,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip Sportbible. Ia menambahkan, “Kami semua akan tampil lebih baik. Kami harus lebih baik. Kami sudah tersingkir dari kompetisi ini, dan kami harus kembali memenangkan pertandingan. Rasanya sungguh tidak enak saat ini.” Meski tekanan meningkat, Carrick menegaskan tidak merasa tertekan dan fokus pada laga mendatang melawan Fulham akhir pekan ini.
Brighton, di sisi lain, meraih kemenangan bersejarah dengan comeback spektakuler. Kemenangan ini menjadi bukti ketangguhan tim asuhan pelatih mereka yang mampu memanfaatkan kelemahan pertahanan Manchester United di babak kedua. Dengan tersingkirnya United, Brighton melangkah ke babak berikutnya sambil membangun momentum kuat di kompetisi domestik.















