Home Berita Olah Raga MotoGP Mandalika: Arena Kejutan atau Penentu Juara Dunia?

MotoGP Mandalika: Arena Kejutan atau Penentu Juara Dunia?

Sumbawanews.com,- MotoGP Mandalika yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober mendatang di Sirkuit Pertamina Mandalika kembali menjadi sorotan, menyusul catatan historis empat edisi sebelumnya yang selalu membagi dua narasi: kejutan besar atau titik balik menuju gelar juara dunia. Sejak debutnya pada 2022, ajang ini telah menyaksikan dua kemenangan oleh juara dunia tahun tersebut dan dua kejutan mencolok yang mengubah peta persaingan.

Pada edisi perdana 2022, Miguel Oliveira mencetak kejutan dengan menang di Mandalika—kemenangan keempatnya dalam karier MotoGP. Ia hanya sekali naik podium lagi sepanjang musim itu, di Thailand, namun kemenangan di Mandalika tetap menjadi momen paling berkesan. Tahun berikutnya, Francesco “Pecco” Bagnaia merebut kemenangan di Mandalika saat bersaing sengit dengan Jorge Martín untuk gelar juara. Kemenangan itu mengantarkannya ke puncak klasemen dengan 346 poin, unggul 18 angka dari Martín yang gagal finis. Dari titik itu, Bagnaia meraih empat kemenangan dari lima seri tersisa dan akhirnya menjadi juara dunia dengan 467 poin, 39 angka lebih unggul dari Martín.

Pada 2024, giliran Jorge Martín yang bangkit. Ia menang di Mandalika, mengambil alih pimpinan klasemen dengan 366 poin, unggul 21 angka atas Bagnaia. Meski Bagnaia meraih empat kemenangan di lima seri terakhir, Martín tetap bertahan dan meraih gelar juara dunia dengan 508 poin, hanya unggul 10 angka dari lawannya.

Tahun lalu, kejutan kembali terjadi. Fermin Aldeguer, yang sebelumnya hanya dua kali naik podium—peringkat tiga di Prancis dan runner-up di Austria—menang di Mandalika, mengalahkan Pedro Acosta dan Alex Márquez. Kemenangan itu menjadi satu-satunya kemenangan Aldeguer sepanjang musim 2025, namun cukup membuatnya menjadi sorotan utama.

Dengan pola yang terus berulang—dua kali juara dunia menang, dua kali kejutan mengguncang—MotoGP Mandalika 2025 kembali menjadi teka-teki: apakah akan menjadi panggung bagi calon juara yang mengukuhkan dominasinya, atau sekali lagi menjadi tempat lahirnya pahlawan tak terduga?

Previous articleRodri Pilih Barcelona, Tolak Mourinho dan Real Madrid
Next articleRizky Ridho Masih Layak Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk ASEAN Cup 2026