Sumbawanews.com,- Timnas Surfing Indonesia akan berangkat ke Aichi, Jepang, pada Sabtu, 19 September 2026, untuk mematangkan persiapan menjelang Asian Games 2026. Keberangkatan lebih awal dilakukan guna aklimatisasi cuaca dan adaptasi terhadap ombak di Pacific Long Beach, Tahara, sekaligus mengantisipasi potensi taifun yang diprediksi melanda wilayah itu setelah 25 September. Tim membawa empat atlet: Jasmine Studer, Kya Jo Heuer, I Made Pajar Ariana, dan Bronson Meydi, dengan target utama meraih satu medali emas—sekaligus mengamankan kuota Olimpiade 2028.
Karakter ombak di Tahara berbeda signifikan dari spot latihan di Bali. Berdasarkan data PredictWind, ketinggian ombak di Tahara berkisar 0,6 hingga 1,2 meter, jauh lebih rendah dibandingkan gelombang di Kuta, Canggu, dan Uluwatu yang bisa mencapai 1,2 hingga 5 meter. Untuk menghadapi perbedaan ini, setiap atlet membawa minimal lima papan surfing yang telah diuji sesuai skenario ombak beragam. Tim pelatih juga menjalani serangkaian latihan fisik untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan, serta intensif berlatih di laut.
I Made Pajar Ariana mengungkapkan bahwa tim telah menyesuaikan teknik dengan ombak Jepang yang cenderung lebih kecil dan kurang bertenaga. “Kami melakukan penyesuaian penuh, termasuk mencoba berbagai jenis papan. Ini juga antisipasi menghadapi pesaing berat dari China dan Jepang,” ujarnya. Di sisi lain, Jasmine Studer, yang akan menjalani debut di Asian Games, menyatakan rasa percaya dirinya setelah delapan bulan persiapan intensif dan pengalaman berlaga di kejuaraan internasional di Prancis, Peru, dan Puerto Rico. “Saya tidak terlalu gugup. Saya yakin dengan kemampuan saya,” kata Jasmine.
Pelatih Dylan menegaskan target emas di kelas short board putra, sementara di kelas putri, perak atau perunggu menjadi sasaran realistis. “Emas di Asian Games bukan hanya soal prestasi, tapi pintu masuk ke Olimpiade 2028,” tegasnya. Kya Jo Heuer menambahkan bahwa latihan di laut menjadi fokus utama, seiring dengan uji coba papan yang dilakukan di Pantai Berawa, Kuta Utara, pada Selasa, 15 September 2026, sebagai bagian dari final persiapan sebelum keberangkatan.














