Sumbawanews.com,- Tim SAR gabungan masih fokus mempersempit area pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda sejak 7 September 2026. Kepala Basarnas Banten Al Amrad menjelaskan, operasi penyelaman belum dilakukan karena hingga kini belum ditemukan objek atau titik pasti yang terkait dengan keberadaan korban. Penyelaman hanya akan dilakukan jika target pencarian sudah dapat dipastikan lokasinya, mengingat risiko keselamatan bagi tim SAR di area yang masih luas dan belum teridentifikasi.
Area pencarian telah dipersempit dari 6.649 NM² menjadi 3.652 NM² berdasarkan pemodelan SARMAP dari Basarnas yang dikombinasikan dengan data arus laut dari Pushidrosal. Pemodelan ini memperhitungkan arah dan kecepatan arus untuk memprediksi kemungkinan jalur hanyut korban. Komandan Lanal Banten Letkol (P) Wawan Subagyo Mardani menambahkan, perubahan arah angin dan arus yang terjadi setiap jam menjadi pertimbangan utama dalam menentukan sektor pencarian, sehingga upaya pencarian tetap berbasis data ilmiah dan tidak sembarangan.
Operasi pencarian terus dilakukan dengan kapal-kapal SAR, sementara penyelaman ditunda hingga ada bukti konkret tentang lokasi korban. Tim tetap berkomitmen mencari delapan orang yang masih hilang dengan cara maksimal dan berbasis bukti.















