Sumbawanews.com,- Tiga pemain asing di Liga Indonesia—Taisei Marukawa, Ciro Alves, dan David da Silva—sedang menjalani proses naturalisasi untuk menjadi Warga Negara Indonesia, sesuai syarat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 yang memerlukan minimal lima tahun tinggal berturut-turut atau sepuluh tahun tidak berturut-turut di Indonesia. Taisei Marukawa, yang bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 30 Mei 2021, telah tinggal di Indonesia selama lima tahun dan kini bermain untuk Dewa United, sementara Ciro Alves dan David da Silva, rekan satu tim di Java United, masing-masing telah berkarier di Indonesia sejak 2019 dan 2021. Proses naturalisasi ketiganya didukung penuh oleh klub dan otoritas hukum setempat, dengan harapan mereka bisa memperkuat Timnas Indonesia di masa mendatang.
Taisei Marukawa menjadi sorotan setelah Presiden Dewa United, Ardian Satya Negara, secara resmi mengonfirmasi bahwa pemain asal Jepang itu telah memenuhi syarat masa tinggal dan secara kultural telah melekat dengan kehidupan di Indonesia. Ardian menyebut kecepatan, kreativitas, dan eksplosivitas Marukawa sebagai aset berharga yang berpotensi memperkuat tim nasional. Proses administratifnya kini sedang berjalan di bawah pengawasan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Sementara itu, Ciro Alves, yang telah membela empat klub berbeda di Indonesia—Persikabo, Persib Bandung, Malut United, hingga Java United—mengajukan permohonan naturalisasi secara resmi pada Desember 2025 melalui Kantor Wilayah Kemenkumham Maluku Utara. Dengan kontribusinya yang signifikan, termasuk membawa Persib juara Liga Indonesia pada dua musim berturut-turut (2023–2024 dan 2024–2025), Alves dianggap sebagai salah satu pemain asing paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola lokal. Ia juga telah menyatakan kesiapan melepaskan kewarganegaraan aslinya sesuai ketentuan hukum.
David da Silva, yang pertama kali tampil di Liga Indonesia pada 2018, sempat berpindah ke Terengganu FC selama masa pandemi pada 2021, namun kembali ke Indonesia dan bergabung dengan Java United. Meski telah berusia 36 tahun dan secara fisik dianggap tidak lagi optimal untuk level tim nasional, proses naturalisasinya tetap berjalan. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, diprediksi tidak akan mengandalkannya secara maksimal jika ia resmi menjadi WNI, namun kontribusinya di level klub tetap dihargai.
Ketiga pemain ini menjadi simbol semakin dalamnya integrasi pemain asing dalam ekosistem sepak bola Indonesia, sekaligus menunjukkan komitmen klub dan pemerintah dalam membangun tim nasional yang lebih kuat melalui jalur legal dan berkelanjutan.















