Sumbawanews.com,- Pada momentum Hari Bhakti Postel ke-81, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) bersama komunitas industri teknologi informasi dan komunikasi (ICT) menggelar aksi donor darah di Gedung Telkomsel Smart Office, Jakarta. Kegiatan ini, yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta, berhasil mengumpulkan 228 kantong darah untuk mendukung kebutuhan medis masyarakat. Acara dihadiri jajaran pejabat Kementerian Komunikasi dan Digital, pimpinan operator seluler, vendor, serta pemangku kepentingan industri digital.
Inspektur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, Arief Tri Hardiyanto, menekankan bahwa kepercayaan publik terhadap ekosistem telekomunikasi hanya bisa dipertahankan melalui sinergi berkelanjutan antara regulator dan pelaku industri. “Membangun trust memakan waktu bertahun-tahun, tetapi menghancurkannya hanya butuh hitungan detik,” ujarnya. Senada, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel, Daru Mulyawan, menilai kolaborasi industri tidak hanya terwujud dalam pembangunan jaringan, tetapi juga dalam kepedulian sosial yang menyambungkan antarsesama.
Sekretaris Jenderal ATSI, Merza Fachys, menegaskan bahwa konsolidasi antar-pelaku industri menjadi modal utama dalam mendorong transformasi digital nasional menuju Indonesia Emas 2045. Sementara itu, Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan PMI DKI Jakarta, Isac Kharis Tahtawira, menyambut positif kontribusi ekosistem ICT yang mampu memenuhi sekitar seperempat dari kebutuhan harian darah rumah sakit di Jakarta, yang mencapai 1.000 hingga 1.200 kantong.
Ketua Umum Panitia Hari Bhakti Postel ke-81, Theodorus Ardi Hartoko, menjelaskan bahwa aksi donor darah ini menjadi penutup rangkaian kegiatan sebelum puncak perayaan pada 27 September di Bandung. Ia mengapresiasi dukungan semua pihak—dari pemerintah hingga swasta—yang telah menyukseskan serangkaian kegiatan, mulai dari ajang bisnis, olahraga, hingga kegiatan sosial. Sinergi ini, kata dia, membuktikan bahwa soliditas ekosistem ICT adalah kunci keberlanjutan industri telekomunikasi di Indonesia.















