Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia tersingkir di fase grup Piala AFF 2026 setelah finis ketiga di Grup A dengan tujuh poin, kalah dari Vietnam (10 poin) dan Singapura (8 poin). Pelatih John Herdman, dalam konferensi pers di SCTV Tower, Jakarta, Senin (15/9), menegaskan bahwa skuad Garuda telah memberikan segalanya di lapangan, tanpa menyalahkan takdir atau keputusan wasit. Ia menekankan bahwa yang bisa dikendalikan adalah usaha, fokus, dan komitmen—nilai yang menjadi fondasi perjuangan timnya sepanjang turnamen. Herdman juga mengapresiasi perjuangan para pemain, staf, dan suporter yang selalu mendukung dengan penuh hormat terhadap lambang di jersey.
Meski gagal melangkah ke semifinal, Herdman tidak mengalihkan fokus pada kegagalan, melainkan menatap ke depan dengan komitmen yang sama: memberikan segalanya di setiap laga. Ia menyebut bahwa turnamen berikutnya, FIFA ASEAN Cup, akan menjadi kesempatan baru untuk membuktikan kemajuan tim. Baginya, keberhasilan bukan hanya soal poin atau hasil akhir, tapi tentang integritas dan keteguhan hati dalam mengemban tanggung jawab sebagai representasi negara.
Herdman menolak menyalahkan “Dewi Fortuna” atau faktor eksternal. “Anda tidak bisa mengendalikan keputusan wasit atau keberuntungan. Yang bisa Anda kendalikan adalah usaha Anda, fokus Anda, dan komitmen Anda,” tegasnya. Pesan itu bukan sekadar retorika, tapi prinsip yang ia tanamkan pada seluruh anggota tim—dari pemain di lapangan hingga staf di balik layar. Dengan semangat itu, Indonesia siap bangkit, bukan karena hasil, tapi karena jati diri yang tak pernah goyah.















