Sumbawanews.com,- Sejumlah klub Liga 2 dan Liga 3 mulai memantau langsung para pemain muda berbakat di Soekarno Cup 2026, turnamen sepak bola usia muda yang berlangsung di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan. Gelaran yang diikuti 400 pemain dari 16 provinsi ini menjadi wadah penting bagi atlet akar rumput untuk menunjukkan potensi mereka, terutama yang tidak terjangkau oleh jalur pembinaan formal. Juru bicara turnamen sekaligus legenda Timnas Indonesia, Anang Ma’ruf, mengungkapkan bahwa pelatih dari klub profesional tidak hanya memantau lewat siaran langsung YouTube, tetapi juga datang ke stadion untuk melihat langsung performa para pemain—sejumlah di antaranya bahkan sudah meminta data pemain potensial. “Ini tentu menjadi progres yang sangat positif. Artinya, mereka yang bermain di Soekarno Cup punya kualitas dan potensi untuk melangkah ke level yang lebih tinggi,” ujar Anang, Sabtu (22/8/2026).
Turnamen yang diinisiasi oleh Prananda Prabowo ini dirancang khusus untuk membuka pintu bagi pemain muda dari daerah terpencil yang selama ini jarang terpantau. Dengan mengusung misi sebagai jembatan antara sepak bola akar rumput dan kompetisi profesional, Soekarno Cup bertujuan memperluas basis bakat nasional yang selama ini terbatas pada pusat-pusat pembinaan resmi. Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup, Komarudin Watubun, menekankan bahwa keberhasilan turnamen ini akan terukur dari seberapa banyak pemain yang berhasil tembus ke level profesional setelah tampil di ajang ini. “Soekarno Cup diharapkan menjadi bagian dari proses penemuan dan pengembangan pemain. Dengan semakin banyak pemain yang mendapatkan kesempatan tampil dan kemudian dipantau klub profesional, kompetisi ini dapat memiliki dampak jangka panjang terhadap regenerasi sepak bola Indonesia,” katanya.
Sejak pertama kali digelar pada 2023 di Jakarta, lalu dilanjutkan di Bali pada 2025, Soekarno Cup kini memperluas jangkauannya ke Jawa Timur sebagai bentuk komitmen untuk menjangkau lebih banyak daerah. Dengan dukungan dari para pelatih klub Liga 2 dan Liga 3 yang aktif memantau, turnamen ini tidak lagi sekadar ajang persahabatan, tetapi telah bertransformasi menjadi salah satu sumber utama rekrutmen bakat muda di level bawah sepak bola Indonesia.















