Sumbawanews.com,- Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masih bertahan di semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026. Pasangan non-unggulan ini akan menghadapi unggulan pertama dunia, Feng Yanzhe dan Huang Dongping, pada pukul 12.00 WIB, dalam laga pembuka semifinal di turnamen tersebut. Meski sudah memastikan medali, tugas mereka jauh lebih besar: mengakhiri puasa gelar juara dunia Indonesia yang telah berlangsung sejak 2019.
Sejak Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan meraih titel juara dunia pada 2019, tak ada pasangan Indonesia yang mampu menyentuh puncak kejuaraan ini hingga edisi 2025. Kini, harapan seluruh badminton Tanah Air berada di pundak Amri/Nita, yang mengejutkan publik dengan penampilan konsisten hingga menembus empat besar. Mereka bukan hanya melawan lawan tangguh, tetapi juga sejarah—karena dalam empat pertemuan sebelumnya, Amri/Nita selalu kalah dari Feng/Huang, pasangan yang kini mendominasi dunia ganda campuran.
Feng dan Huang, juara bertahan dan peringkat satu dunia, menjadi rintangan terberat yang belum pernah terlampaui oleh pasangan Indonesia ini. Namun, dalam bulu tangkis, rekor masa lalu bukanlah takdir. Di semifinal ini, Amri/Nita punya kesempatan langka untuk mencatatkan kemenangan pertama atas pasangan Tiongkok itu, sekaligus membawa Indonesia kembali ke final dunia setelah lima tahun absen.
Laga semifinal antara Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melawan Feng Yanzhe/Huang Dongping menjadi sorotan utama, bukan hanya karena potensi sejarah, tetapi juga karena menjadi penentu apakah Indonesia akan kembali menjadi kekuatan besar di puncak dunia bulu tangkis.















