Sumbawanews.com,- Perusahaan teknologi global beralih memproduksi chip ke Samsung menyusul lonjakan permintaan kecerdasan buatan (AI), mendorong kenaikan harga hingga 15 persen. Menurut sumber internal kepada Reuters, kenaikan ini mulai diberlakukan Samsung pada Juli 2026 untuk pelanggan di Amerika Serikat dan Tiongkok, khususnya untuk teknologi proses 4nm (SF4) dan 5nm (SF5). Harga chip generasi lama, seperti 8nm, juga naik hampir 10 persen, meskipun digunakan untuk produk seperti Nintendo Switch 2 dan GeForce RTX 3060. Perusahaan asal Taiwan pun mengalami kenaikan biaya produksi sebesar 5-10 persen.
Peningkatan permintaan ini didorong oleh tingginya kebutuhan komponen HBM base die—lapisan krusial untuk memori bandwidth tinggi dalam pemrosesan AI—yang diproduksi di lini SF4 Samsung di Pyeongtaek. Lini produksi ini juga melayani Qualcomm dan telah mengalami penumpukan pesanan sejak akhir 2025. Selain itu, efisiensi hasil produksi (yield) Samsung dikabarkan membaik, memperkuat posisi bisnis foundry-nya yang sebelumnya merugi sejak 2022.
Analisis dari BNK Investment & Securities menyatakan, tren ini berpotensi mengembalikan keuntungan Samsung pada tahun depan. Pendapatan bisnis foundry perusahaan diperkirakan akan meningkat lebih dari dua digit pada paruh kedua 2026.















