Sumbawanews.com,- Frenkie de Jong menghadapi masa kritis di Barcelona meski baru memperpanjang kontrak hingga 2029. Kedatangan Rodri memperketat persaingan di lini tengah, sementara cedera lutut berkepanjangan membuatnya tak lagi menjadi pilihan utama pelatih Hansi Flick. Dengan statusnya yang terpinggirkan bahkan tak ikut menyaksikan Trofi Gamper dari tribun, spekulasi soal kepergiannya kian menguat, dan Juventus disebut sebagai salah satu klub yang memantau situasinya.
Kedatangan Rodri mengubah dinamika lini tengah Barcelona secara drastis. Bersama perkembangan Marc Bernal dan sejumlah opsi lain, De Jong kini harus berjuang keras untuk mendapatkan tempat di starting XI. Persaingan tidak hanya terjadi di posisi gelandang bertahan, tetapi juga di area yang lebih ofensif, membuat jaminan main reguler baginya semakin tipis. Ia bahkan telah kehilangan ban kapten, meski kontraknya masih panjang hingga 2029.
Situasi ini membuka kemungkinan peminjaman sebagai solusi pragmatis. Juventus, yang disebut aktif memantau perkembangannya, diyakini tertarik meski mempertimbangkan riwayat cedera De Jong. Barcelona pun mempertimbangkan skema pinjam dengan opsi beli permanen—sebuah jalan keluar yang bisa mengurangi beban gaji sekaligus memberi De Jong kesempatan bermain reguler untuk memulihkan performa. Peminjaman juga memberi klub waktu untuk mengevaluasi masa depan sang gelandang tanpa harus melepasnya secara permanen.
Dengan bursa transfer musim panas masih terbuka, keputusan akhir masih menunggu. Apakah Barcelona mempertahankan De Jong sebagai bagian dari proyek Flick, atau melepaskannya demi kestabilan tim dan karier sang pemain, akan segera terungkap.















