Sumbawanews.com,- Persib Bandung berpeluang menerima Rp1,5 miliar jika berhasil mengalahkan Manila Digger FC dalam laga playoff AFC Champions League 2 2026-2027 pada Senin, 31 Agustus 2026 malam WIB. Kemenangan itu akan mengantarkan Maung Bandung ke fase grup, di mana setiap kemenangan bernilai Rp825 juta. Sebaliknya, jika gagal, Persib akan turun ke AFC Challenge League 2026-2027, di mana satu kemenangan hanya bernilai Rp330 juta—selisih Rp500 juta per laga dibandingkan di ACL2.
Pengamat sepak bola Ardy Shufi menilai manajemen Persib telah menggelontorkan investasi besar di bursa transfer musim panas 2026, sehingga partisipasi di ajang Asia bukan lagi soal prestise semata, tapi kebutuhan finansial. Musim lalu, saat lolos ke 16 besar ACL2, Persib diperkirakan meraup sekitar Rp12 miliar dari berbagai sumber: partisipasi fee, bonus kemenangan, subsidi pertandingan tandang, dan bonus lolos fase gugur. Dengan komposisi tim yang lebih mahal dan beban kompetisi yang lebih berat, keberhasilan di ACL2 menjadi “harga mati” untuk menyeimbangkan pengeluaran klub.
Jika lolos, Persib akan berada di Grup E bersama FC Seoul (Korea Selatan), Melbourne Victory (Australia), dan The-Cong Viettel (Vietnam)—tiga lawan tangguh yang menanti. Sementara itu, jika terjebak di AFC Challenge League, meski tetap menerima Rp1,5 miliar sebagai partisipasi fee, pendapatan dari kemenangan akan jauh lebih rendah, mengurangi potensi keuntungan finansial yang bisa menopang operasional tim.
Dengan target finansial yang jelas dan kompetisi yang semakin ketat, upaya Persib Bandung untuk menembus fase grup ACL2 bukan sekadar perjuangan di lapangan, tapi juga strategi bertahan secara ekonomi di kancah sepak bola Asia.















