Sumbawanews.com,- Pemerintah Bangladesh secara resmi memprotes Myanmar karena menyebut etnis Rohingya sebagai “Bengali”, kelompok etnis terbesar di Bangladesh, dan hanya mengakui sebagian kecil dari mereka sebagai warga yang layak dipulangkan ke Negara Bagian Rakhine. Kementerian Luar Negeri Bangladesh menyampaikan keberatan ini langsung kepada duta besar Myanmar di Dhaka pada Selasa, 18 Agustus 2026, menegaskan bahwa Rohingya memiliki identitas etnis tersendiri yang pernah diakui oleh otoritas Myanmar. Pernyataan itu muncul setelah junta Myanmar mengklaim telah memverifikasi 308.975 orang sebagai mantan penduduk Rakhine, sementara data PBB mencatat lebih dari 1,2 juta pengungsi Rohingya tinggal di Distrik Cox’s Bazar, sejak melarikan diri dari kekerasan militer pada Agustus 2017. Bangladesh menuntut Myanmar mempercepat proses verifikasi berdasarkan kesepakatan bilateral, termasuk memasukkan anak-anak yang lahir di kamp pengungsian dan warga yang mengungsi setelah 2017, serta menolak tudingan bahwa Rohingya adalah imigran asal Bangladesh. Duta Besar Myanmar menyatakan akan menyampaikan keberatan Dhaka kepada pemerintahnya.
Bangladesh Tegas Tolak Penyebutan Rohingya sebagai Bengali
Baca Juga:















