Sumbawanews.com,- Real Madrid resmi menarik diri dari perburuan gelandang Timnas Spanyol Rodri pada bursa transfer musim panas 2026, setelah pemain berusia 30 tahun itu memilih bergabung dengan Barcelona dengan mahar 60 juta euro (Rp1,24 triliun) dan kontrak hingga Juni 2030. Jose Mourinho, yang secara langsung terlibat dalam negosiasi, mengungkap bahwa keraguan Rodri terhadap proyek klub menjadi faktor penentu. Meski Madrid mengajukan tawaran menarik dan menjalin komunikasi baik dengan Rodri, keengganannya untuk sepenuhnya meyakini visi klub membuat Los Merengues memutuskan mundur. Mourinho menekankan bahwa Real Madrid tidak bisa menerima keraguan dari pemain bintang—keputusan harus tegas, tanpa ambiguitas.
Mourinho mengaku telah berbicara langsung dengan Rodri beberapa kali, dan mengakui adanya hubungan positif antara Real Madrid dan Manchester City, yang memudahkan proses transfer. Namun, ketika Rodri menunjukkan keengganan untuk segera memutuskan, keraguan itu menular ke pihak klub. “Dia sangat menghormati kami, tidak ada hal negatif yang bisa dikatakan,” ujar Mourinho, seperti dikutip dari Goal International. “Tapi di Real Madrid, pemain tidak boleh bertanya, ‘Kapan saya bisa pergi?’—mereka harus yakin sejak awal.”
Rodri sendiri diketahui telah lama memimpikan bermain di Camp Nou, dan keputusannya untuk memilih Barcelona disambut kegembiraan olehnya. Meski Madrid sempat menjadi kandidat terkuat, keputusan akhirnya jatuh ke tim rival abadi setelah Barcelona menawarkan proyek yang lebih meyakinkan bagi sang pemain. Mourinho menegaskan, keputusan Madrid untuk mundur bukan karena tawaran kurang besar, melainkan karena nilai-nilai fundamental klub yang tidak bisa dikompromikan.
Barcelona resmi mengumumkan kedatangan Rodri pada Agustus 2026, dengan mahar yang disebutkan berbeda oleh beberapa sumber—ada yang menyebut Rp1,57 triliun—namun nilai resmi yang diakui kedua klub tetap 60 juta euro. Pemain pemenang Ballon d’Or 2024 itu kini siap memulai babak baru karier di kubu blaugrana, sementara Real Madrid beralih fokus ke target transfer lain untuk mengisi kekosongan di lini tengah.















