Sumbawanews.com,- Marcus Rashford kembali memakai jersey Manchester United setelah 611 hari absen, bermain selama 29 menit sebagai pemain pengganti dalam laga pramusim melawan AC Milan pada Sabtu (15/8/2026) malam WIB. Ia masuk menggantikan rekan setimnya di posisi sayap kiri, namun belum mampu memberikan kontribusi ofensif langsung saat Setan Merah kalah 2-4 dari tim Italia itu. Meski tak mencatatkan tembakan, peluang, gol, maupun assist, Rashford menunjukkan upaya keras dalam sistem pressing, termasuk saat ia berlari kencang merebut bola dari Mario Gila.
Selama bermain, Rashford mencatat 13 sentuhan dan satu dribel sukses. Data dari Gradient Sports mengungkapkan bahwa intensitas pressing-nya di La Liga musim lalu rata-rata 22,5 tekanan per 90 menit—jauh di bawah rata-rata 42,1 yang ia capai di masa-masa puncaknya. Karena itu, peningkatan aspek tanpa bola menjadi fokus utama dalam proses pemulihan performanya setelah masa pinjaman di Barcelona, di mana ia mencatat 14 gol dan 14 assist.
Michael Carrick, yang memimpin skuad sementara, membuka ruang bagi Rashford untuk kembali ke tim utama. Namun, penampilan singkatnya melawan Milan belum cukup untuk menilai keseluruhan kemampuannya. Dengan hanya 29 menit di lapangan, Rashford masih perlu lebih banyak waktu untuk membangun ritme, kepercayaan diri, dan ketajaman menyerangnya.
Meski belum menunjukkan dampak ofensif, semangatnya dalam pressing menjadi tanda positif awal. Kini, tantangan terbesarnya adalah mengubah kesempatan bermain menjadi kontribusi nyata—mengubah comeback menjadi kembalinya sosok yang dulu menjadi ancaman di sayap kiri Old Trafford.















