Sumbawanews.com,- Presiden FIFA Gianni Infantino masih mempertahankan kursinya meski menghadapi tekanan kuat dari UEFA dan sejumlah asosiasi sepak bola Eropa, setelah rencana penjualan saham Piala Dunia dibatalkan akibat protes luas. Dukungan tak terduga dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), dan Meksiko berhasil menurunkan peluang ia lengser dari 50 persen menjadi 21 persen, menurut data Kalshi per 10 Agustus. Trump menilai penggantian Infantino bisa menjadi kesalahan fatal, mengingat keberhasilannya mengelola Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di AS, Kanada, dan Meksiko. Meski UEFA, Concacaf, dan AFC menentang keras rencana komersialisasi itu, tiga konfederasi besar—Conmebol, CAF, dan OFC—tetap berdiri di belakang Infantino, sementara UEFA bahkan mengancam boikot ajang FIFA, termasuk Piala Dunia Wanita 2027, jika ia tidak mundur. Pemilihan presiden FIFA berikutnya dijadwalkan pada Maret 2027, dan upaya menghalangi Infantino maju kembali terus berjalan, meski dukungan politik dari Amerika Latin dan AS memperkuat posisinya.
Infantino Masih Bertahan di Tengah Tekanan Dukungan Trump dan Argentina
Baca Juga:















