Sumbawanews.com,- Paris Saint-Germain akan menghadapi Aston Villa dalam laga Piala Super Eropa 2026 pada Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 02.00 WIB di Red Bull Arena, Salzburg, Austria. Pertandingan ini mempertemukan juara Liga Champions dan juara Liga Europa musim lalu, dengan PSG menjadi favorit berdasarkan simulasi supercomputer Opta yang memberi mereka peluang 45 persen menang dalam 90 menit, sementara Aston Villa memiliki peluang 29,6 persen, dan 25,5 persen diprediksi berakhir imbang.
PSG datang sebagai juara bertahan setelah menaklukkan Tottenham Hotspur lewat adu penalti 4-3 setelah bermain imbang 2-2 pada final 2025. Jika menang, Les Parisiens akan menjadi tim keempat dalam sejarah yang mampu mempertahankan gelar Piala Super Eropa, menyusul Ajax (1973–1974), AC Milan (1989–1990), dan Real Madrid (2016–2017). Pelatih Luis Enrique, yang pernah memenangi ajang ini bersama Barcelona pada 2015, kini berpeluang mencatatkan rekor sempurna di kompetisi ini dengan dua kemenangan tanpa kekalahan.
Sementara itu, Aston Villa—yang hanya pernah tampil sekali di ajang ini pada 1982 dan menang atas Barcelona—berusaha menciptakan kejutan. Pelatih Unai Emery membawa timnya dengan catatan kurang menggembirakan di Piala Super Eropa, yakni tiga kekalahan berturut-turut dalam partai yang pernah ia pimpin. Kedua tim sebelumnya bertemu di perempatfinal Liga Champions 2024/2025, di mana PSG lolos dengan agregat 5-4 setelah menang 3-1 di Paris dan kalah 2-3 di Villa Park.
Dengan status sebagai tim paling berpengalaman di Eropa dan keunggulan statistik dari simulasi Opta, PSG jelas menjadi tim yang diunggulkan. Namun, semangat juang Aston Villa yang ingin mengukir sejarah baru di panggung Eropa membuat laga ini tak bisa dipandang sebelah mata. Pertandingan ini bukan sekadar gelar, tapi juga ujian ketahanan mental dan strategi antara dua tim yang sama-sama berburu gelar kedua dalam sejarah mereka.















