Sumbawanews.com,- Diego Simeone memasuki musim ke-15 sebagai pelatih utama Atletico Madrid, menjadi pelatih dengan masa jabatan terpanjang di antara lima liga top Eropa. Sejak menangani klub ibu kota Spanyol pada 2012, ia membangun era kejayaan yang konsisten: dua gelar LaLiga, dua final Liga Champions, dan 12 musim berturut-turut finis empat besar. Kontraknya berakhir pada musim panas 2027, namun hingga kini belum ada kepastian perpanjangan dari pihak klub maupun sang pelatih.
Simeone, yang kini berusia 56 tahun, tak tergoda oleh perbandingan dengan legenda seperti Alex Ferguson atau Arsene Wenger—yang masing-masing menakhodai Manchester United dan Arsenal selama lebih dari dua dekade. Baginya, yang penting bukan durasi, tapi kualitas perjuangan. “Saya hanya memikirkan tentang energi, kekuatan, dan kerendahan hati yang kami butuhkan untuk berada di sini,” ujarnya kepada L’Équipe, seperti dikutip Mundo Deportivo.
Ia menyadari posisi Atletico sebagai penantang di tengah dominasi Real Madrid dan Barcelona. “Kami berada di posisi privilese, tapi klub-klub di bawah kami ingin bersaing dengan kami,” tegasnya. Menurut Simeone, di Atletico, 100% usaha tidak cukup untuk menang di Spanyol. “Anda harus selalu 110%. Terus membaik setiap hari, dan jangan pernah kehilangan kerendahan hati—karena rival-rival di bawah Anda terus membaik.”
Dengan filosofi yang tak berubah sejak 2012, Simeone bukan sekadar pelatih yang bertahan. Ia adalah simbol ketahanan, disiplin, dan semangat yang mengubah Atletico dari tim tengah menjadi kekuatan Eropa yang tak bisa diabaikan.















