Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026 setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura dalam laga terakhir fase grup, Sabtu (8/8/2026). Hasil itu mengakhiri harapan Garuda untuk melanjutkan perjalanan di turnamen ini, setelah sebelumnya unggul lewat gol yang dicetak pada menit ke-55. Kekalahan strategis ini dipicu insiden kontroversial di menit ke-55 yang berujung pada gol penyama kedudukan oleh Ilhan Fandi pada menit ke-66, sekaligus mengubah arah pertandingan.
Insiden itu bermula ketika kiper Singapura, Izwan Mahbud, menguasai bola setelah bola mati. Ivar Jenner terlibat perselisihan dengan Ui Young Song, yang berujung pada kontak fisik dan jatuhnya pemain Singapura itu. Wasit Al Amouri awalnya memberikan kartu kuning kepada kedua pemain. Namun, karena Ui Young Song sebelumnya sudah menerima satu kartu kuning, keputusan itu seharusnya mengantarkannya ke kartu merah. Tapi setelah peninjauan VAR, wasit membatalkan kartu kuning terhadap Jenner dan Ui Young Song, sehingga pemain Singapura tetap bertahan di lapangan.
Penghentian pertandingan akibat peninjauan VAR menjadi titik balik. Pengamat sepak bola Tommy Welly alias Bung Towel menilai jeda itu memberi ruang bagi Singapura untuk bangkit kembali. “Jeda itu membuat plot twist kayak di film, momentumnya malah dapat si Singapura karena jeda,” ujarnya dikutip dari YouTube tvOne. Menurutnya, tindakan Jenner yang dianggapnya “kampungan” dan tidak perlu justru menghancurkan momentum Indonesia yang sedang menekan lawan.
Setelah insiden itu, Singapura perlahan menemukan ritme permainan. Pada menit ke-66, Ilhan Fandi memanfaatkan kekacauan defensif untuk mencetak gol penyama kedudukan. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang, mengunci nasib Timnas Indonesia di posisi runner-up grup dan gagal lolos ke semifinal.
Bung Towel menegaskan kekecewaannya bukan hanya pada hasil, tapi pada cara tim meraihnya. “Saya tidak akan merasa senang ketika pemain Singapura itu keluar kartu merah seperti itu. Lalu kita menang, no. Kita enggak boleh main menang dengan cara seperti itu,” katanya. Baginya, kemenangan harus diraih lewat permainan, bukan keberuntungan atau kesalahan lawan yang dimanfaatkan.















