Home Berita Olah Raga Indonesia Gagal Lagi di Piala AFF, “King Indo” Runtuh di Tengah Euforia

Indonesia Gagal Lagi di Piala AFF, “King Indo” Runtuh di Tengah Euforia

Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia tersingkir di fase grup Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026). Gol Ragnar Oratmangoen pada awal babak kedua sempat memberi harapan, tapi Ilhan Fandi menyamakan kedudukan pada menit ke-66. Hasil itu tak cukup mengantarkan Garuda ke semifinal, memperpanjang kutukan tanpa gelar di turnamen sepak bola ASEAN selama tiga dekade.

Kegagalan ini memperdalam luka lama: Indonesia masih belum pernah menjuarai Piala AFF sejak turnamen ini digelar pertama kali pada 1996. Enam kali finis runner-up, dan tak satu pun trofi yang bisa dibanggakan. Di tengah euforia yang memuncak setelah lolos ke babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan tampil impresif di Piala Asia 2023, muncul julukan “King Indo” — simbol kebangkitan yang ternyata lebih banyak dibangun dari harapan daripada prestasi nyata.

Skuad yang diperkuat sebelas pemain keturunan dan satu naturalisasi, termasuk Jay Idzes, Justin Hubner, Thom Haye, dan Calvin Verdonk, dianggap sebagai yang terkuat secara nilai pasar. Kemenangan telak 5-1 atas Kamboja dan 3-0 atas Timor Leste sempat membangkitkan mimpi trofi. Tapi kekalahan 0-3 dari Vietnam di pekan sebelumnya jadi peringatan keras: kualitas individu belum otomatis jadi kekuatan tim.

Kekalahan taktis terasa jelas saat Indonesia gagal memanfaatkan peluang setelah unggul, dan koordinasi belakang yang kacau membiarkan Singapura merobek gawang Cahya Supriadi. Pelatih John Herdman menjadi sasaran kemarahan suporter di stadion, yang menyerukan tanggung jawab atas kegagalan ini. “Kalau alasannya wasit, taktik kalian buat cetak gol mana?” teriak salah satu suporter, menggambarkan kekecewaan yang sudah lama menumpuk.

Di balik semua itu, muncul fenomena anemoia — kerinduan akan kejayaan yang tak pernah benar-benar terwujud. Generasi sekarang merayakan “King Indo” seolah-olah Indonesia pernah memegang mahkota, padahal terakhir kali Timnas menang di ajang regional adalah emas SEA Games 1991. Kini, setelah kegagalan ini, realitas kembali menghampiri: tanpa trofi, tidak ada raja. Hanya harapan yang masih berdiri, dan ia harus dibangun dari fondasi nyata, bukan dari retorika media sosial.

Previous articleImbas Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Jalan Abdul Muis Masih Ditutup
Next articleSingapura Lawan Segala Oposisi, Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026