Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia gagal melangkah ke semifinal Piala AFF 2026 setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura dalam laga terakhir Grup A, Jumat, 7 Agustus 2026, di Stadion Jalan Besar, Singapura. Hasil itu membuat skuad Garuda finis di peringkat tiga klasemen dengan tujuh poin, tertinggal satu angka dari Singapura yang mengunci runner-up dengan delapan poin. Vietnam, pemuncak klasemen, lolos sebagai juara grup setelah mengalahkan Kamboja 3-1, sehingga berhak melaju ke babak semifinal bersama The Lions.
Kegagalan ini memperpanjang catatan buruk Timnas Indonesia di Piala AFF, di mana sejak keikutsertaan pertama, mereka belum pernah meraih gelar juara—hanya enam kali menjadi runner-up. Target ambisius yang dicanangkan PSSI pada 1 Juni 2026, lewat Ketua Badan Tim Nasional Sumardji, untuk meraih gelar juara, pun kandas. “Target kita tidak main-main, kita kepengin meraih juara untuk AFF ini, senior. Kami merindukan itu,” ujar Sumardji, seperti dikutip dari Antara.
Pelatih John Herdman, yang diangkat pada 3 Januari 2026 menggantikan Shin Tae-yong, kembali gagal membawa timnya melewati fase grup—mirip dengan kegagalan di Piala AFF 2024. Kontraknya yang berlaku selama dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun (skema 2+2) membuat keputusan pemecatan menjadi kompleks secara finansial, mengingat PSSI harus membayar kompensasi sisa nilai kontrak jika memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dini.
Dengan hasil ini, harapan besar fans yang menanti kebangkitan sepak bola Indonesia di kancah ASEAN kembali pupus, sementara pertanyaan besar pun menggantung: apakah perubahan pelatih akan menjadi solusi, ataukah akar masalah jauh lebih dalam?















