Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia kalah telak 0-3 dari Vietnam dalam laga lanjutan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, pada 3 Agustus 2026. Kekalahan ini menghancurkan asa tim Merah Putih untuk meraih poin penuh dan memperkuat posisi di puncak klasemen, setelah sebelumnya menang atas Kamboja dan Timor Leste. Gol-gol Vietnam dicetak oleh Rafaelson pada menit ke-12, Nguyen Van Quyet pada menit ke-34, dan Do Van Thanh pada menit ke-78. Performa tim asuhan John Herdman terlihat kaku, tak mampu mengimbangi tekanan tinggi dan transisi cepat Vietnam yang telah dipelajari mendalam oleh pelatih Kim Sang Sik lewat analisis rekaman pertandingan sebelumnya.
Kekalahan ini bukan hanya soal hasil, tapi juga taktik. Indonesia gagal menyesuaikan diri dengan pressing agresif dan pergerakan tanpa bola yang menjadi ciri khas Vietnam. Di lini belakang, kapten Rizky Ridho tampak kehilangan kepercayaan diri, meski kegagalan tim tidak bisa dipikul sendiri. Serangan Indonesia yang biasanya mengancam di 15 menit awal justru mati suri, sementara pertahanan mudah ditembus lewat umpan-umpan pendek dan akurat dari sisi sayap Vietnam. Gol ketiga yang dicetak Do Van Thanh memperdalam luka, sekaligus menutup harapan comeback.
Dengan kekalahan ini, satu-satunya jalan untuk tetap bersaing memperebutkan gelar adalah menang atas Singapura di laga berikutnya. Tim asuhan Gavin Lee, yang sejauh ini tampil konsisten meski tidak spektakuler, telah membuktikan ketajaman taktisnya. Ilhan Fandi, Shawal Anuar, Song Ui Yong, dan rekan-rekannya mampu mengolah bola dengan efisien, tanpa banyak gerakan berlebihan, namun selalu tepat sasaran. Singapura, yang pernah menghancurkan mimpi besar tim-tim besar di Piala AFF, bukan lawan yang bisa diremehkan—terlebih setelah menahan imbang Vietnam 0-0 di laga sebelumnya.
John Herdman mengakui kekalahan ini sebagai kegagalan taktis, bukan hanya karena fisik atau mental. Pemain harus segera pulih, baik secara fisik maupun psikologis, dalam waktu singkat. Tidak ada waktu untuk latihan intensif, hanya pemulihan dan persiapan singkat menjelang laga melawan Singapura. Perubahan susunan pemain atau gaya bermain bisa jadi pilihan, tapi yang paling krusial adalah ketepatan setiap operan, transisi, dan keputusan di lapangan. Satu kesalahan bisa mengubur harapan.
Meski jalan menuju gelar semakin sempit, pintu belum tertutup. Namun, jika Indonesia gagal menang atas Singapura, maka mimpi juara Piala AFF 2026 akan berakhir—dan suporter harus kembali menunggu siklus dua tahunan yang sudah menjadi tradisi sejak 1996.















