Sumbawanews.com,- Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) mengecam keras FIFA atas ketidakberanian dan ketidakberdayaannya menanggapi serangan berkelanjutan Israel terhadap komunitas sepak bola Palestina, yang telah menewaskan lebih dari 1.013 orang—termasuk pemain, pelatih, pejabat, dan anggota masyarakat sepak bola—sejak Oktober 2023. PFA menilai diamnya FIFA selama bertahun-tahun setara dengan keterlibatan dalam genosida, karena organisasi sepak bola dunia itu gagal memberikan sanksi atau tindakan nyata meski telah menerima keluhan berulang. Akibatnya, infrastruktur sepak bola Palestina—stadion, fasilitas latihan, dan pusat pelatihan—hancur lebur, sementara ribuan nyawa yang bergantung pada olahraga ini hilang tanpa keadilan. Hingga kini, meski gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025, serangan Israel terus berlanjut di Gaza, menewaskan minimal 1.250 warga dan melukai 4.110 orang, memperdalam krisis kemanusiaan yang telah merusak 90 persen infrastruktur sipil dan memicu estimasi biaya rekonstruksi sebesar US$70 miliar. FIFA hingga kini belum memberikan respons apapun terhadap pernyataan keras PFA.















