Sumbawanews.com,- Persebaya Surabaya akan bertemu Arema FC di semifinal Piala Presiden 2026, Selasa (4/8/2026) malam, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Pertandingan ini menjadi duel sengit antara dua raksasa sepak bola Jawa Timur, namun diselimuti kontroversi jeda pemulihan: Arema memiliki waktu 36 jam lebih lama untuk pulih setelah laga terakhirnya, sementara Persebaya hanya punya 12 jam. Arema menang 2-0 atas DPMM FC pada Jumat (31/7/2026), sedangkan Persebaya menang 2-1 atas Port FC pada Sabtu (1/8/2026), membuat Bajul Ijo harus langsung bersiap terbang ke Bali tanpa waktu cukup untuk pemulihan. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menilai jadwal ini tidak adil dan memberi keunggulan tak seimbang kepada tim yang bermain lebih awal.
Tavares menekankan bahwa tim dari Grup B seperti Persebaya harus menempuh perjalanan jauh dengan waktu istirahat terbatas, sementara tim dari Grup A—seperti Arema—mendapat keuntungan tambahan satu setengah hari. “Ini sangat tidak adil. Kami harus berpindah lokasi, sementara mereka punya waktu satu setengah hari lebih banyak untuk pulih dan persiapan,” ujarnya. Perjalanan tim dari Surabaya ke Gianyar pun menambah beban fisik, di tengah jadwal padat fase grup yang baru saja berlalu.
Derbi Jatim ini menjadi sorotan besar, mengingat sejarah head-to-head yang sangat menguntungkan Persebaya. Dalam 12 pertemuan terakhir di semua kompetisi, Bajul Ijo tidak pernah kalah: sembilan kemenangan dan tiga seri. Pertemuan terakhir keduanya terjadi pada 28 April 2026 di stadion yang sama, saat Persebaya menang telak 4-0, dengan semua gol tercipta di babak kedua.
Arema, yang pernah menjuarai Piala Presiden empat kali (2017, 2019, 2022, 2024), datang dengan misi memutus tren buruk dan mengembalikan kepercayaan suporter. Kedua tim pernah bertemu di final Piala Presiden 2019, di mana Arema menang agregat 4-2 setelah menang 2-0 di leg kedua setelah bermain imbang 2-2 di leg pertama. Kini, di panggung yang sama, Persebaya berusaha menegaskan dominasinya, sementara Arema berjuang untuk mengubah sejarah—dengan selisih waktu pemulihan yang jadi faktor tak terduga dalam pertarungan ini.















