Home Berita Olah Raga Piala Presiden Beri Cek Rp500 Juta untuk Legenda Sepak Bola Indonesia

Piala Presiden Beri Cek Rp500 Juta untuk Legenda Sepak Bola Indonesia

Sumbawanews.com,- Sore itu, di Taman Surya, Surabaya, sejarah sepak bola Indonesia diingat kembali. Piala Presiden 2026 menggelar upacara penghargaan khusus bagi para legenda yang pernah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Tiga pelatih legendaris—Bertje Matulapelwa, Marundung Basri, dan Sinyo Aliandoe—dihormati dengan jersey resmi Piala Presiden 2026 dan cek senilai Rp100 juta masing-masing. Meski keluarga Bertje dan Sinyo tidak bisa hadir, penghargaan diserahkan simbolis oleh keluarga Marundung Basri, yang baru saja berpulang pada 23 Juli 2026. Putra tertuanya, Ahmad Ridwan Basri, mewakili ayahnya dan dua legenda lainnya dalam acara yang penuh haru.

Di sesi berikutnya, tiga pemain legenda yang masih hidup—Boaz Solossa, Ferril Raymond Hattu, dan Heri Kiswanto—menerima apresiasi serupa. Hanya Ferril yang hadir langsung. Ia menerima cek Rp100 juta, lalu ditambah lagi Rp100 juta secara spontan oleh Ketua Steering Committee Maruarar Sirait, sehingga totalnya menjadi Rp200 juta. Suara Ferril bergetar saat ia mengenang masa-masa ketika pemain nasional mendapat tunjangan seumur hidup setelah pensiun, sebuah kebijakan yang kini telah hilang. “Kami mengorbankan masa muda, tidak sekolah, tidak bergaul dengan teman sebaya karena TC sepanjang tahun,” katanya, mengingat perjuangan generasinya.

Melalui sambungan video, Boaz Solossa dan Heri Kiswanto juga menyampaikan rasa syukur. Boaz berterima kasih kepada Presiden dan panitia, sementara Heri, yang tergabung dalam tim emas 1987, mengaku tak menyangka akan menerima penghargaan semacam ini. “Selama ini enggak pernah dapat apa-apa, tiba-tiba dapat ini,” ujarnya, suaranya terbata-bata karena emosi.

Mendengar kesaksian mereka, Maruarar Sirait langsung mengumumkan keputusan besar: ia mengalokasikan dana Rp500 juta untuk seluruh mantan pemain dan pelatih yang pernah membela Timnas Indonesia. “Kami tidak mau lihat ke belakang, tapi akan kita lihat ke depan,” ujarnya tegas, disambut tepuk tangan meriah. Ia menegaskan, dana itu akan segera diserahkan sebagai bentuk nyata penghormatan di Kota Pahlawan, Surabaya.

Wali Kota Eri Cahyadi menambahkan refleksi mendalam: “Negara akan menjadi hebat ketika tidak pernah melupakan sejarah, dan orang tidak akan pernah menjadi hebat kalau selalu melupakan sejarah.” Di akhir acara, haru dan kelegaan menyatu—bukan hanya karena uang, tapi karena pengakuan bahwa jasa para pahlawan sepak bola tak boleh dilupakan.

Previous articleJuventus Resmi Rekrut Kerim Alajbegovic dari Bayer Leverkusen
Next articleKiper Vietnam Teguh Hadapi Gelombang Suporter di Pakansari