Sumbawanews.com,- Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Persebaya Surabaya menghentikan ambisi Port FC mempertahankan gelar Piala Presiden dengan kemenangan 2-1. Gol-gol Persebaya dicetak oleh pemain yang berbeda: satu oleh pemain pada menit ke-23, dan satu lagi oleh pemain lain pada menit ke-67. Sementara itu, Port FC memperkecil kedudukan lewat gol pada menit ke-82. Kekalahan ini mengakhiri perjalanan tim asal Thailand di fase grup, sekaligus menggagalkan upaya mereka meraih gelar juara bertahan.
Pelatih Port FC, Sarawut Treephan, mengakui timnya sangat kecewa dan menderita dalam pertandingan tersebut. Ia menyesalkan kehilangan seorang pemain di babak kedua yang memperberat upaya timnya mengejar hasil. Menurutnya, lini pertahanan Port FC terlalu rapuh dan mudah ditembus oleh serangan Persebaya. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan setelah tim kembali ke Thailand, termasuk pemulihan dua pemain yang mengalami cedera selama turnamen.
Penjaga gawang Port FC, Michael Aksel Bataican, turut menyampaikan kekecewaan mendalam. Ia mengatakan tim tidak mampu menunjukkan kualitas sebagai juara bertahan dalam dua minggu terakhir. Namun, ia menekankan bahwa tim masih dalam fase awal pramusim dan diperkuat banyak pemain baru yang belum sepenuhnya beradaptasi. “Kami sudah mencoba, tapi ini tim baru dengan banyak pemain baru,” ujarnya.
Kemenangan ini mengantarkan Persebaya lolos ke semifinal Piala Presiden 2026, sementara Port FC tersingkir dari turnamen. Meski sempat beredar surat yang mengklaim tidak ada semifinal dan langsung final antara Persib dan Persebaya, Ketua Panitia Piala Presiden, Tsamara Amany, tegas membantahnya. Ia menyatakan format turnamen tetap menggunakan sistem grup, semifinal, dan final, dan venue semifinal akan diumumkan pada hari yang sama pukul 15.00 WIB.















