Sumbawanews.com,- Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan bahwa Training Center Timnas Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) belum digunakan bukan karena proyek mangkrak, melainkan karena proses serah terima lahan yang baru selesai secara administratif pada akhir Juli 2026. Fasilitas yang dibangun dengan dana hibah FIFA dan kontribusi PSSI serta Pemerintah Republik Indonesia itu kini menunggu penyelesaian prosedur hukum dan teknis sebelum resmi dioperasikan.
Thohir menegaskan, pembangunan pusat pelatihan ini merupakan kolaborasi tiga pihak: tanah disediakan oleh Pemerintah RI, sebagian dana berasal dari FIFA, dan sisanya ditanggung PSSI. Ia menekankan bahwa keterlambatan penggunaan bukan karena kelalaian, melainkan karena kehati-hatian dalam menyelesaikan serah terima aset negara. Proses ini sempat tertunda akibat transisi pemerintahan dan reorganisasi struktur kementerian, yang memerlukan kepastian hukum agar tidak terjadi sengketa tanggung jawab di masa depan.
Ia mengambil contoh kasus stadion-stadion pemerintah pusat yang sempat bermasalah karena serah terima tidak tuntas, sehingga ketika terjadi kerusakan, tidak jelas siapa yang harus memperbaiki. “Makanya jadi itu,” ujar Thohir saat ditemui di Kantor Kemenpora, Jumat, 31 Juli 2026. Dengan selesainya proses administratif, Training Center IKN kini siap memasuki tahap operasional, dan diharapkan segera menjadi basis latihan utama tim nasional.
Pernyataan ini merespons viralnya video Presiden Joko Widodo yang diunggah ulang akun Threads @cocot_bersama, yang mempertanyakan mengapa fasilitas berbiaya tinggi itu belum dimanfaatkan hingga kini. Thohir menegaskan, semua pihak memiliki komitmen yang sama untuk menjadikan Training Center IKN sebagai aset strategis jangka panjang bagi perkembangan sepak bola Indonesia.















