Sumbawanews.com,- Migran yang masuk ke Ceuta, enklave Spanyol di Afrika Utara, hampir seluruhnya telah meninggalkan wilayah tersebut hingga Sabtu (1/8/2026), membuat situasi kembali normal. Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska menyatakan kondisi kini hampir sepenuhnya kembali seperti semula, setelah sekitar 60.000 orang menyeberang dari Maroko dalam beberapa hari terakhir. Sebagian besar migran yang masih berada di Ceuta pada Sabtu pagi secara sukarela kembali menyeberang ke Maroko di bawah pengawasan tentara dan polisi Spanyol, sementara puluhan lainnya tidur di pantai sebelum memutuskan pulang.
Sebanyak 67 orang tewas dalam upaya penyeberangan yang mencapai puncaknya pada Kamis (30/7/2026), menurut data terbaru dari pemerintah Spanyol. Banyak migran masuk dengan berenang mengelilingi pembatas perbatasan yang menjorok ke Laut Mediterania. Di pusat penampungan, Souleye Bodian, remaja asal Senegal berusia 19 tahun, mengatakan tujuan mereka hanya satu: mencari pekerjaan dan penghidupan di Eropa, karena “tidak banyak peluang di Afrika.”
Krisis ini memicu reaksi cepat dari Uni Eropa. 22 negara anggota mengeluarkan surat terbuka mendesak pertemuan darurat para menteri dalam negeri untuk merespons penyeberangan tak terkendali. Prancis menambah petugas perbatasannya menjadi 334 orang, sementara Italia kembali menerapkan pemeriksaan terhadap pelaku perjalanan dari Spanyol selama satu bulan, meski keduanya anggota Schengen. Beberapa negara bahkan mengusulkan penangguhan keanggotaan Spanyol di Schengen—langkah yang dianggap nyaris mustahil.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengecam sikap “egois” sejumlah negara Uni Eropa, namun tetap mendukung pertemuan daring untuk membahas solusi terkoordinasi. Pemerintah Spanyol telah mengerahkan tentara, polisi, pesawat nirawak, penyelam, dan kapal ke Ceuta. Sebuah penghalang udara sepanjang 500 meter juga dipasang di dekat pos perbatasan untuk memperkuat pengamanan. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Maroko mengenai penyebab lonjakan migran yang tiba-tiba itu.















