Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia meraih kemenangan 3-0 atas Timor Leste dalam lanjutan Grup A Piala AFF 2026, namun butuh waktu 74 menit untuk memecah kebuntuan. Pengamat sepak bola Tommy Welly atau Bung Towel menilai kesulitan Garuda mencetak gol berasal dari strategi low block yang diterapkan lawan, yang membuat serangan Indonesia stagnan di babak pertama dan awal babak kedua. Meski unggul jumlah pemain setelah Jackson Fowler dikeluarkan pada menit ke-21, Timor Leste tetap disiplin bertahan hingga pergantian pemain oleh pelatih John Herdman memicu perubahan. Masuknya Ragnar Oratmangoen dan Dony Tri yang lebih berani masuk ke area penalti menjadi kunci terbukanya pertahanan lawan, sementara Thom Haye yang sebelumnya ditempatkan terlalu dekat dengan striker, kembali ke posisi tengah untuk mengatur serangan dan memberikan kontribusi penting dalam proses gol.
Bung Towel menekankan bahwa permainan Indonesia sebelumnya terlalu mengandalkan passing pendek tanpa keberanian melakukan terobosan atau duel satu lawan satu. “Ketika Timor Leste parkir bus, permainan kita di lini depan jarang ada yang berani menerobos,” ujarnya dalam analisis yang dikutip Apa Kabar Indonesia Malam tvOne, Jumat 31 Juli 2026. Perubahan taktis itu akhirnya membuahkan hasil, membuka jalan bagi tiga gol yang mengamankan kemenangan sekaligus menaikkan posisi Indonesia ke puncak klasemen Grup A.















