Sumbawanews.com,- FIFA tengah mempercepat kajian untuk memperluas partisipasi Piala Dunia 2030 dari 48 menjadi 64 tim, dengan target keputusan awal pada 14 Agustus 2026. Rencana ini diusung Presiden FIFA Gianni Infantino seiring upaya menjual sebagian kepemilikan kompetisi melalui skema FIFA Forward Enterprise senilai US$20 miliar. Dokumen internal yang diperoleh ESPN menunjukkan proses konsultasi dengan 211 asosiasi anggota telah dimulai sejak 30 Juli 2026, dan lembaga independen akan dilibatkan mulai 7 Agustus untuk menilai dampak strategis terhadap kalender sepak bola global.
Kajian berjudul *Potential expansion of the FIFA World Cup to 64 teams* akan berlangsung hingga 11 September 2026, dengan keputusan akhir diharapkan sebelum batas akhir persetujuan atas rencana penjualan saham kompetisi. Namun, upaya ini mendapat resistensi kuat dari UEFA, AFC, dan Concacaf, yang menolak skema keuangan tersebut dan mengancam boikot jika rencana itu tetap berjalan. Penolakan ini memperdalam perpecahan antara FIFA dan tiga konfederasi terbesar di dunia sepak bola.
Selain itu, pengunduran diri Carlos Cordeiro, penasihat senior Infantino, menambah ketegangan, dengan ia menyebut proposal FFE sebagai kesepakatan buruk bagi masa depan sepak bola. Meski format 64 tim pernah ditolak secara internal, FIFA kini membuka kembali diskusi dengan menekankan pentingnya analisis mendalam terhadap implikasi penyelenggaraan, kompetisi domestik, dan keseimbangan kalender internasional.















