Sumbawanews.com,- Qualcomm resmi mengumumkan kenaikan harga chipset Snapdragon, yang diprediksi akan mendorong kenaikan harga smartphone Android di seluruh dunia. Kebijakan ini berlaku mulai 1 September 2026, menyusul tekanan biaya produksi akibat lonjakan harga komponen semikonduktor global. Perusahaan menyatakan bahwa upaya mencari pemasok alternatif tidak cukup menekan beban biaya, terutama seiring permintaan tinggi dari industri kecerdasan buatan. Kenaikan harga diperkirakan mencapai belasan persen, memaksa produsen HP memilih antara memangkas margin, mengurangi spesifikasi, atau mentransfer biaya ke konsumen.
Kenaikan ini bukan hal baru bagi Qualcomm, yang dalam beberapa tahun terakhir konsisten menaikkan harga chipset flagship-nya. Sebagai contoh, Snapdragon 8 Elite generasi terbaru diketahui mengalami kenaikan hingga 30 persen dibanding generasi sebelumnya. Di tengah tekanan ini, beredar rumor bahwa perusahaan tengah mempersiapkan varian lebih terjangkau dari Snapdragon 8 Elite Gen 5 sebagai kompromi. Konsumen diimbau untuk mempertimbangkan pembelian smartphone Android sebelum kebijakan baru berlaku, karena harga perangkat keluaran terbaru kemungkinan besar akan ikut terdorong naik.















