Home Berita Olah Raga UEFA Ancam Boikot Piala Dunia Demi Hentikan Swastanisasi FIFA

UEFA Ancam Boikot Piala Dunia Demi Hentikan Swastanisasi FIFA

Sumbawanews.com,- Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan seluruh 55 anggotanya mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, jika rencana penjualan saham minoritas di entitas komersial baru FIFA, FIFA Forward Enterprise (FFE), tetap dilanjutkan. Ancaman ini muncul sebagai respons terhadap upaya FIFA di bawah kepemimpinan Presiden Gianni Infantino untuk menjual hingga 20% saham FFE kepada investor swasta, dengan valuasi diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS. Dana hasil penjualan saham tersebut direncanakan untuk mendanai pengembangan sepak bola global, namun UEFA menilai langkah ini mengancam integritas olahraga.

UEFA menegaskan bahwa Piala Dunia bukanlah aset komersial yang bisa diperdagangkan. Dalam pernyataan resmi, mereka menuntut pembatalan total rencana swastanisasi dan jaminan mengikat bahwa FIFA tidak akan pernah lagi membuka tata kelola atau kompetisinya kepada kepemilikan swasta di masa depan. Kekhawatiran UEFA berpusat pada potensi tekanan dari investor yang bisa memengaruhi jadwal pertandingan, format turnamen, dan prioritas olahraga, menggantikan nilai-nilai tradisional sepak bola.

Kritik tidak hanya datang dari UEFA. Konfederasi seperti CONCACAF dan AFC juga menyuarakan ketidakpuasan atas kurangnya transparansi dalam proses perencanaan FFE. Calon investor yang disebutkan, termasuk Thrive Eternal—anak perusahaan Thrive Capital yang didirikan oleh Joshua Kushner, saudara ipar Presiden Amerika Serikat Donald Trump—menambahkan kekhawatiran akan pengaruh politik dan kepentingan bisnis di tubuh olahraga tertinggi dunia. Komisioner Olahraga Uni Eropa Glenn Micallef dan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham pun ikut menyampaikan keprihatinan serupa, menekankan bahwa sepak bola harus tetap bertanggung jawab kepada penggemar, bukan pemegang saham.

FIFA tetap mempertahankan kendali mayoritas 79% atas FFE dan menjamin otoritas eksklusif atas keputusan olahraga. Namun, upaya pemberian insentif finansial hingga 40 juta dolar AS bagi asosiasi yang menyetujui rencana ini sebelum 19 September dinilai UEFA sebagai bentuk tekanan yang tidak etis. Ini bukan kali pertama FIFA menghadapi penolakan besar terhadap rencana komersialnya; proposal serupa pada 2018 dan 2021 juga gagal akibat oposisi kuat dari UEFA dan CONMEBOL. Saat ini, konflik antara prinsip olahraga dan komersialisasi semakin memperdalam jurang antara FIFA dan para pengawal integritas sepak bola.

Previous articleJadwal Siaran Langsung Piala Presiden 2026: Arema dan Persib Bertanding di Soreang
Next articleReal Madrid Resmi Rekrut Carlos Espi, Striker Muda Berbakat dari Levante