Sumbawanews.com,- Jelang laga Grup A Piala AFF 2026 antara Timor Leste dan Timnas Indonesia di Stadion Chonburi, Thailand, pada 31 Juli 2026, selisih nilai pasar skuad kedua tim mencapai 11 kali lipat. Berdasarkan data Transfermarkt, total valuasi pemain Garuda mencapai Rp163,82 miliar, sementara Timor Leste hanya bernilai Rp14,08 miliar.
Nilai pasar Timnas Indonesia menjadi yang tertinggi sepanjang turnamen, melebihi Vietnam (Rp115,15 miliar) dan Thailand (Rp88,21 miliar). Tiga pemain Indonesia—Thom Haye (Rp15,64 miliar), Rizky Ridho (Rp11,3 miliar), dan Sandy Walsh (Rp10,4 miliar)—menjadi empat pemain termahal di ajang tersebut. Meski sejumlah pemain berbasis Eropa seperti Jay Idzes dan Kevin Diks tidak dilepas klub, skuad yang dipimpin John Herdman tetap menjadi kekuatan paling bermodal di Asia Tenggara.
Di sisi lain, Timor Leste menempati posisi terbawah dalam daftar nilai pasar. Pemain termahal mereka, Joao Pedro dari Kuching City, ditaksir hanya Rp3,48 miliar—masih di bawah nilai satu pemain Indonesia. Kiper Dylan Niski dan bek Liam Farrugia bahkan bernilai di bawah Rp1 miliar, menunjukkan jurang sumber daya yang sangat lebar antara kedua tim.
Sejarah pertemuan juga mendukung keunggulan Indonesia. Dalam enam pertemuan terakhir sejak 2010, Garuda selalu menang tanpa pernah tersentuh kekalahan atau imbang, dengan kemenangan terakhir tercatat pada Januari 2022 dengan skor 4-1 dan 3-0. Laga ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat dominasi mereka di kancah sepak bola regional, sekaligus menegaskan statusnya sebagai tim paling berpotensi di Piala AFF 2026.















