Home Berita Olah Raga Presiden FIFA Ungkap Rencana Komersialisasi Piala Dunia Lewat Perusahaan Baru

Presiden FIFA Ungkap Rencana Komersialisasi Piala Dunia Lewat Perusahaan Baru

Sumbawanews.com,- Gianni Infantino, Presiden FIFA, mengungkap rencana membentuk entitas baru bernama FIFAForward Enterprise (FFE) untuk mengelola seluruh aspek komersial Piala Dunia, termasuk kemungkinan penerbitan saham yang akan melibatkan asosiasi anggota dan investor strategis global. Rencana ini diumumkan melalui unggahan resmi di Instagram pada Kamis, 30 Juli 2026, sebagai bagian dari proses konsultasi demokratis dengan 211 asosiasi anggota FIFA. FFE akan menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki dan dikendalikan FIFA, bertugas mengintegrasikan pendapatan dari sponsor, siaran, lisensi, dan usaha baru untuk meningkatkan pendanaan pengembangan sepakbola di seluruh dunia.

Infantino menekankan bahwa proposal ini bukan keputusan final, melainkan sebuah peluang yang akan diputuskan oleh asosiasi anggota. Ia menyatakan, jika disetujui, pendanaan untuk setiap asosiasi anggota bisa meningkat dari USD 8 juta menjadi USD 20 juta per tahun melalui program FIFA Fast Forward. Investor yang diundang hanya berupa lembaga keuangan atau pemodal strategis global, bukan masyarakat umum. Perusahaan AS, Thrive Eternal, ditunjuk sebagai pemimpin kelompok investor swasta yang akan bekerja sama dengan FIFA dalam struktur ini.

Rencana tersebut memicu penolakan tegas dari UEFA, yang menilai komersialisasi Piala Dunia sebagai pelanggaran terhadap nilai sportivitas dan integritas olahraga. UEFA bahkan mengancam akan memboikot turnamen jika FIFA tetap melanjutkan rencana ini. Meski demikian, Infantino menegaskan bahwa tujuan utama inisiatif ini adalah memperkuat ekosistem sepakbola global, terutama di negara-negara berkembang, dengan memanfaatkan potensi pendapatan yang selama ini belum tergali penuh.

Pendapatan Piala Dunia sendiri terus meningkat signifikan, dari USD 7,5 miliar pada edisi 2022 menjadi USD 15 miliar pada 2026, menjadi dasar argumen FIFA bahwa pendekatan komersial baru diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan sepakbola di tingkat global. Namun, perdebatan antara pragmatisme bisnis dan prinsip olahraga murni kini membelah dunia sepakbola, dengan Eropa menjadi pusat perlawanan paling vokal.

Previous articleFermin Lopez Melewati Luka Cedera, Saksikan Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Next articleTimnas Indonesia Siap Hadapi Timor Leste di Piala AFF 2026, Siaran Langsung Mulai Pukul Berapa?