Sumbawanews.com,- Zinedine Zidane resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Prancis pada 28 Juli 2026, menggantikan Didier Deschamps yang menyelesaikan tugasnya usai Piala Dunia 2026. Legenda sepak bola Prancis ini kembali ke dunia kepelatihan setelah lima tahun menepi, dengan misi membawa Les Bleus meraih gelar baru di bawah kepemimpinannya. Ia akan langsung memulai tugas dengan mempersiapkan tim untuk kompetisi UEFA Nations League pada September, dilanjutkan dengan kualifikasi Euro 2028.
Zidane membawa bekal rekam jejak luar biasa sebagai pelatih Real Madrid, di mana ia memenangkan tiga gelar Liga Champions berturut-turut dari 2016 hingga 2018, ditambah dua gelar LaLiga. Keberhasilannya tidak hanya terletak pada trofi, tetapi pada kemampuannya menghidupkan kembali tim dalam tekanan—dengan pendekatan yang menekankan kepercayaan, kenyamanan, dan kebebasan bagi para pemain. Filosofi ini, yang pernah ia ungkapkan saat melatih Madrid, bahwa “Modric tidak perlu diajari cara mengoper bola, tapi butuh lingkungan yang tepat untuk menjadi versi terbaiknya,” diyakini sangat selaras dengan karakter skuad Prancis yang penuh bakat bintang seperti Kylian Mbappé, Michael Olise, dan Ousmane Dembélé.
Strategi kepelatihannya diperkirakan tetap mempertahankan formasi 4-3-3 yang menjadi ciri khasnya, dengan fokus pada keseimbangan antara kreativitas dan disiplin. Perubahan paling signifikan justru terjadi di staf pelatih: David Bettoni akan menjadi asisten utama, sementara Hamidou Msaidie, Gregory Dupont, Fabien Barthez, dan Bernard Diomede bergabung dalam tim pendukung. Meski skuad utama diprediksi tidak mengalami reshuffle besar, Zidane diharapkan memberi ruang bagi talenta muda untuk bersinar.
Sejak meninggalkan Real Madrid pada 2021, Zidane memilih fokus pada keluarga dan bisnis padel melalui perusahaan Z5, meski sempat menjadi incaran klub-klub besar Eropa. Baginya, melatih Timnas Prancis bukan sekadar pekerjaan—ini adalah panggilan hati. Kini, dengan kembalinya sang legenda ke panggung internasional, Prancis memasuki era baru yang dipenuhi harapan: bukan hanya untuk menang, tapi untuk bermain dengan keheningan yang penuh makna, seperti yang selalu ia ajarkan.















