Sumbawanews.com,- Marc Cucurella, bek timnas Spanyol yang menjadi kunci keberhasilan Matador meraih gelar juara Piala Dunia 2026, mengungkap alasan sejati di balik rambut panjangnya yang ikonik—bukan demi sang anak, melainkan untuk membantu ibunya mengenali dirinya di lapangan. Pemain berusia 28 tahun itu telah mempertahankan gaya rambut tersebut sejak masa remaja, bahkan saat membela Spanyol U-16 pada 2014, demi memudahkan ibunya, Patricia, mengidentifikasi dirinya di tengah kerumunan pemain muda.
Dalam wawancara eksklusif dengan Radio Cope pada 2024, Cucurella menceritakan bahwa ibunya sering kesulitan menemukan dirinya di lapangan karena banyaknya pemain dengan penampilan serupa. “Dia hampir selalu berteriak di separuh pertandingan, tapi tak bisa membedakan saya dari yang lain,” ujar Cucurella. Sejak saat itu, ia memutuskan membiarkan rambutnya tumbuh panjang—dan hingga kini, gaya itu tetap ia pertahankan, meski telah menjadi bintang dunia.
Meski rumor beredar luas bahwa rambut gondrongnya adalah bentuk simbolis untuk menarik perhatian putra sulungnya, Mateo, yang didiagnosis autisme, Cucurella menegaskan bahwa motif awalnya murni keluarga: ibu yang mencintainya. Ia bahkan menyebut istrinya, Claudia Rodriguez, sangat menyukai penampilan rambutnya dan bakal “ngamuk” jika ia memotongnya—terlepas dari janji-janji lucu yang pernah ia sampaikan usai juara Piala Eropa.
Kini, rambut panjangnya bukan lagi sekadar ciri khas pribadi, tapi simbol identitas yang dikenali jutaan fans di seluruh dunia—sekaligus bukti sederhana bahwa cinta keluarga bisa berubah menjadi legenda di atas rumput hijau.















