Sumbawanews.com,- Mantan pelatih tim nasional Korea Selatan dan kini pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mendapat sanksi disiplin berat dari Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) terkait insiden kontroversial saat menangani Ulsan HD. Keputusan tersebut diumumkan pada Kamis, 23 Juli 2026, setelah Komite Disiplin KFA menggelar rapat tertutup dan memutuskan memberikan hukuman berupa penangguhan kualifikasi, larangan bertanding, serta kemungkinan pengusiran—meski rincian durasi dan bentuk pastinya belum diumumkan. Sanksi ini muncul menyusul viralnya video yang menunjukkan Shin menampar pemain Jeong Seung-hyun selama sesi latihan, yang memicu gelombang kritik di dalam maupun luar negeri. Kini, keberlanjutan karier Shin di Indonesia menjadi pertanyaan besar, mengingat ia baru saja memulai tugasnya bersama Persija Jakarta sejak Juni 2026 dan bahkan telah memimpin latihan perdana pada 14 Juli lalu.
Insiden tersebut terjadi selama masa singkat Shin menangani Ulsan HD, yang dimulai pertengahan musim sebelum ia dipecat setelah dua bulan karena performa tim yang menurun dan ancaman degradasi. Meski telah pindah ke Indonesia dan fokus membangun skuad Persija untuk musim 2026/2027, keputusan KFA menimbulkan kekhawatiran akan dampak hukum dan etis terhadap statusnya sebagai pelatih di luar negeri. Persija sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait sanksi ini, tetapi manajemen klub diketahui sedang memantau perkembangan hukum dari KFA. Sementara itu, Shin Tae-yong belum memberikan komentar publik atas keputusan tersebut, dan hingga kini ia tetap menjalankan tugasnya di Persija Training Ground di Sawangan, Depok, dengan fokus pada pemulihan fisik dan integrasi pemain baru.















