Sumbawanews.com,- Libya dan China telah menyetujui penghubungan bank-bank komersial Libya ke Cross-Border Interbank Payment System (CIPS), sistem pembayaran lintas batas milik China, sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan antara Gubernur Bank Sentral Libya, Naji Mohammed Issa, dan Gubernur Bank Rakyat China, Pan Gongsheng, di Beijing pada 22 Juli 2026. Kedua pihak juga membahas peningkatan volume perdagangan bilateral dan kesepakatan untuk membuka letter of credit secara langsung melalui bank-bank di China. Sebagai bagian dari kerja sama baru, delegasi perbankan Libya dijadwalkan berkunjung ke Beijing untuk memperdalam kolaborasi dalam pengembangan sistem pembayaran elektronik dan transfer keuangan langsung. CIPS, yang diluncurkan Bank Rakyat China pada 2015, memungkinkan transaksi dalam yuan tanpa melalui perantara dolar AS, sehingga mempercepat proses pembayaran dan meningkatkan efisiensi perdagangan, terutama bagi pelaku usaha kecil. Langkah ini juga bertujuan memperkuat kepatuhan terhadap standar pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme, sekaligus memperbaiki reputasi sektor perbankan Libya.
Home Berita Internasional Libya Perkuat Kerja Sama Perbankan dengan China untuk Kurangi Ketergantungan Dolar AS















