Sumbawanews.com,- Badan Gizi Nasional (BGN) memperkirakan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dipangkas dari rencana awal Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun, menyusul evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan sasaran penerima manfaat. Penyesuaian ini diarahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, yang meminta program tersebut lebih fokus pada kualitas, efisiensi, dan akuntabilitas, bukan sekadar memperluas jumlah penerima. Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menegaskan, pemangkasan bukan sekadar penghematan anggaran, melainkan hasil dari identifikasi tumpang tindih pelayanan, seperti satu sekolah yang dilayani dua dapur MBG berbeda berdasarkan kelas, serta temuan risiko keamanan pangan pasca sejumlah kasus keracunan. Proses penajaman data penerima, yang dilakukan dengan membandingkan data MBG dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), masih berlangsung dan akan selesai dalam waktu sekitar satu bulan, sebelum anggaran final ditetapkan.















