Sumbawanews.com,- Pep Guardiola dipertimbangkan sebagai calon pelatih baru Timnas Italia setelah Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mendekatinya, menyusul kegagalan tim tersebut lolos ke tiga Piala Dunia berturut-turut, termasuk tersingkir di babak play-off Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti dari Bosnia-Herzegovina pada April 2026.
Jika menerima tawaran itu, Guardiola akan memikul beban berat: membangun kembali identitas sepak bola Italia yang pernah mendominasi dunia dengan empat gelar Piala Dunia dan dua trofi Piala Eropa, namun kini terpuruk di peringkat ke-15 dunia. Tantangan terbesarnya bukan hanya soal taktik, tapi membangkitkan mentalitas juara yang telah lama memudar, sekaligus menyatukan skuad yang sedang dalam masa regenerasi.
Guardiola, yang baru menyelesaikan dekade penuh tekanan bersama Manchester City setelah laga terakhirnya melawan Aston Villa pada 25 Mei 2026, mengakui butuh waktu istirahat secara fisik dan mental. Namun, jika ia menerima tantangan ini, target utamanya adalah memastikan Italia lolos ke Euro 2028 di Inggris dan Irlandia, dengan ujian pertama berupa laga UEFA Nations League melawan Belgia di Stadion Olimpico, Roma, pada 25 September 2026, diikuti pertandingan melawan Turki dan Prancis dalam jadwal padat September hingga November.
Meski dikenal mampu membentuk identitas permainan yang kuat di level klub—seperti di Barcelona dan Manchester City—membangun tim nasional jauh lebih kompleks. Waktu latihan terbatas, dinamika pemain dari berbagai klub, dan ekspektasi tinggi dari suporter akan menjadi tantangan yang belum pernah ia hadapi sebelumnya. Proses ini tidak akan cepat, dan keberhasilannya akan diukur bukan hanya dari hasil pertandingan, tapi dari kemampuannya mengubah cara berpikir sepak bola Italia.















