Sumbawanews.com,- Seorang pria bernama Keith Thomas, yang mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan menyelam pada 2020, kini mampu makan dan minum sendiri berkat implan otak berbasis kecerdasan buatan yang diterapkan di Feinstein Institutes for Medical Research, New York, Amerika Serikat. Teknologi ini menghubungkan kembali sinyal otak ke sumsum tulang belakang yang masih sehat, memulihkan fungsi gerak dan sensasi pada lengan serta tangan. Setelah hampir tiga tahun proses rehabilitasi, Thomas berhasil menggenggam gelas, mengangkat cangkang telur tanpa memecahkannya, dan merasakan sentuhan kembali di pergelangan tangannya.
Sistem implan terdiri dari lima mikroelektroda yang ditanamkan di otak, yang bekerja bersama algoritma machine learning dengan akurasi hampir 85 persen dalam menerjemahkan sinyal gerakan. Sinyal tersebut diubah menjadi rangsangan listrik yang mengaktifkan otot lengan bawah sesuai keinginan pengguna. Di sisi lain, sensor pada penyangga lengan hasil cetak 3D mendeteksi tekanan genggaman dan mengirimkan umpan balik sensorik ke korteks sensorik, memulihkan sensasi sentuhan. Thomas bahkan mampu melakukan tugas-tugas presisi tinggi sambil berbicara, sebuah capaian yang belum pernah dicapai sistem BCI generasi sebelumnya.
Prosedur ini pertama kali dilakukan pada 2023 melalui operasi otak terbuka selama 15 jam, yang diklaim sebagai yang pertama di dunia dengan teknik double neural bypass. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Medicine, menandai lompatan signifikan dalam bidang neuroteknologi. Thomas mengatakan, “Sekarang saya bisa merasakan sentuhan seseorang yang menggenggam tangan saya. Rasanya sungguh luar biasa.”















