Sumbawanews.com,- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong penerapan Pupuk Hayati Cair (PHC) di kebun kopi untuk mempercepat masa produksi dari tiga tahun menjadi 1,5 hingga dua tahun, sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen dan kesejahteraan petani. Inovasi ini diujicobakan sejak 2025 di Kebun Induk Hanakau, Kabupaten Lampung Barat, dengan lahan percontohan seluas dua hektare. Hasilnya menunjukkan pertumbuhan tanaman lebih optimal, daun lebih hijau, pembungaan lebih cepat, buah lebih besar, dan kesuburan tanah meningkat tanpa bergantung pada pupuk kimia. Gubernur juga menyerahkan sampel PHC kepada petani untuk diuji coba di lahan masing-masing.
Kebun Induk Hanakau menjadi pusat pengembangan benih kopi unggul Provinsi Lampung, dengan fokus pada varietas robusta seperti BP 939, BP 936, BP 534, dan BP 436, serta klon lokal potensial seperti Kopi Bagio, Turun Ujung, Bodong, dan Tugu Sari. Di kawasan dataran tinggi Sukau, sekitar 200 batang kopi arabika sedang diuji adaptasinya. Dalam kunjungan pada 9 Juli 2026, Gubernur didampingi Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin dan jajaran pemerintah provinsi serta kabupaten, meninjau langsung penerapan teknologi ramah lingkungan ini.
Mirza menegaskan, PHC merupakan bagian dari strategi Pemprov Lampung memperkuat daya saing perkebunan melalui inovasi murah, mudah diterapkan, dan berkelanjutan. Wakil Bupati Mad Hasnurin menyambut positif inisiatif ini, menyebutnya sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kopi Lampung Barat.















